Ngopi Bareng Suni Ahwa di Rumah Pelangi Bekasi

Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam dari Serang ke Bekasi, saat malam pun tidak tampak lelah dalam intonasi suara dan gerak-geriknya. Ia membahas satu persatu tugas kami membuat 1 paragraf tentang apa yang kami pikirkan setelah berbincang santai di halaman Rumah Pelangi sore hari sebelum pertemuan itu.
"Menjelang sore di Rumah Pelangi, kami duduk-duduk santai menikmati suasana senja seperti mereka yang menikmati senja di pantai menanti sunset. Kami di sini justru menunggu malam, malam yang akan membuka banyak pintu-pintu ide yang kuncinya dibawa jauh dari Serang. Semoga nanti malam akan menjadi kompas ke mana Rumah Pelangi akan melangkah di masa yang akan datang."

Ngopi Bareng Suni Ahwa di Rumah Pelangi Bekasi

Hanya itu yang sempat saya pikirkan ketika Suni Ahwa, seorang penulis dan juga relawan dari Rumah Dunia Banten memberi saya dan kawan-awan tugas menulis 1 paragraf tentang apa yang kami pikirkan setelah berbincang santai di halaman Rumah Pelangi.

Halaman Rumah Pelangi memang menjadi tempat favorit menghabiskan waktu menanti senja. Duduk bersama di hamparan rumput atau menggelar karpet, membicarakan agenda-agenda dan ide serasa segar di bawah langit terbuka, atau hanya sekadar berbincang santai menikmati angin semilir memandangi ufuk timur dengan batas horizon sawah dan pepohonan hijau membentang sejauh mata memandang.

Sebentar saja bertanya pada Mbah Google tentang siapa Suni Ahwa, jawabannya dapat ditemukan pada jejak digital dan warta daring. Namun jika bertemu langsung dan berbincang dengannya, apa yang tercatat di internet itu semua cuma sedikit saja mengungkap ide-ide dan semangat yang membara dalam dunia pendidikan dan literasi khususnya.

Ngopi Bareng Suni Ahwa di Rumah Pelangi Bekasi
Sesi sore menikmati sunset
-------
Entah kemana perginya sifat skeptis saya saat berhadapan dengannya. Ia begitu yakin dengan segala yang ia katakan, yah memang ia masih muda dan kadang terlalu cepat mengambil kesimpulan, tapi saya mengapresiasi jiwa mudanya yang bersemangat ini. Saya yakin dengan umur yang mungkin 2 kali lebih tua darinya, buku yang telah ia baca mungkin 2 kali lebih banyak dari yang pernah saya baca, wawasannya yang luas dan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar menunjukkan kecerdasannya yang di atas rata-rata.

Rumah Pelangi sering didatangi orang-orang yang inspiratif, saya meyakini bahwa itu adalah rezeki adik-adik di Rumah Pelangi, namun dari sekian banyak yang datang, di tengah kemalasan dan kesibukan yang gak jelas, Suni Ahwa adalah sedikit dari mereka yang alhamdulillah bisa saya temui. Saya yakin ada hikmah pelajaran yang akan saya dapat dengan pertemuan ini.

"Apa mimpi kamu?" Tanya Suni kepada kami sore itu. Satu persatu menjawab hingga tiba giliran saya. Jika bukan karena nilai-nilai kesetaraan (Egaliter) yang kami kembangkan di Rumah Pelangi, saya akan enggan menjawab pertanyaan filosofis seperti ini. 

Dalam pandangan Suni jelas tidak membedakan kami dari faktor umur dan gender, ia bertanya kepada semua yang hadir, maka kami semua yang hadir pun menjawabnya. Terima kasih Suni, saya yang rada egois ini kadang suka bertindak seenaknya dan melupakan nilai-nilai yang kami sepakati untuk dijaga.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam dari Serang ke Bekasi, saat malam pun tidak tampak lelah dalam intonasi suara dan gerak-geriknya. Ia membahas satu persatu tugas kami membuat 1 paragraf tentang apa yang kami pikirkan setelah berbincang santai di halaman Rumah Pelangi sore hari sebelum pertemuan itu.

Ngopi Bareng Suni Ahwa di Rumah Pelangi Bekasi
Sesi malam membahas tugas dari Kak Suni
Semangat itu menular kepada semua yang hadir dan telah mewarnai malam minggu kami di Rumah Pelangi dengan semangat diskusi. Pengalaman ini membuat saya sadar, kami di rumah Pelangi kekurangan mentor perempuan, hampir semua mentor para korlas (kordinator kelas) adalah lelaki, sedangkan hampir semua korlas adalah perempuan. Sebuah kontras yang harus segera disikapi oleh kami di Rumah Pelangi agar dinamika seperti yang tercipta malam ini tetap terjaga.

Ngopi Bareng Suni Ahwa di Rumah Pelangi Bekasi
Malam mingguannya anak-anak Rumah Pelangi Bekasi
Sekali lagi saya sebagai pribadi dan penghuni Rumah Pelangi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kedatanganmu minggu kemarin. Masih banyak yang belum dapat saya catat mengenai arti kedatangan seorang Suni Ahwa ke Rumah Pelangi.

Salam takzim.

____________-____
*Paginya mendapat respon dari Suni, sayang jika tidak disimpan :)

Ngopi Bareng Suni Ahwa di Rumah Pelangi Bekasi
Minggu, 7 Mei 2017




4 komentar

  1. wow luar biasa teh suni ahwa sungguh menginspirasi kita semua, penggiat literasi yang tak pernah menyerah dan putus asa. semua terlihat jelas dalam binar mata teh suni ahwa.

    semangat menulis om bisot, tulisannya keren banget.
    1. Hai Kak Suryani ;) ini PR dari Teh Suni kak hehehehe
  2. bekasi nya dimana sih? Belum tau
    1. Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi
No Spam, Please.