bye 2015

Boleh dong bertanya sebenarnya apa sih yang kamu rayakan di malam tahun baru?

Pencapaian-pencapaian tahun sebelumnya?
Agenda-agenda event tahunan akan berulang lagi?
Naik kelas sehingga ada kesempatan menjadi sekelas sama gebetan?
Naik tingkat sehingga menjadi senior?
Naik pangkat?
Naik gaji?
Kemampuan beradaptasi dan bertahan hingga tahun ini?
Memperpanjang rekor argo tahunan dari sebuah hubungan?
Atau hanya ikut meramaikan saja?

Makin panjang list-nya akan semakin gak nyambung dengan perayaan pergantian tahun :D. 
 http://1.bp.blogspot.com/-Oair3FwhlM0/VmzvnVWlU9I/AAAAAAAACck/hkx3iz7Fjm8/s640/happy-new-year-2016.jpg

Januari, berasal dari kata iānuārius (iyanuarius) bulan Dewa Janus yang memiliki 2 muka. Wikipedia menjelaskan bahwa Janus atau Yanus (bahasa Latin: Iānus) adalah dewa bangsa Romawi yang mempunyai dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan. Kedua muka tersebut juga membuatnya dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Itulah makna umum perayaan tahun baru, yaitu momentum untuk merayakan masa lalu dan masa depan. Janus juga dikenal sebagai dewa penjaga gerbang dan lain sebagainya yang juga terkait dengan identitasnya yang memiliki dua muka sehingga dapat melihat ke dua arah sekaligus.

Bagi kebanyakan orang masa depan diartikan harapan, harapan untuk lebih baik lagi. Setidaknya dengan bertambahnya umur ada harapan untuk semakin dewasa dan semakin menyempurnakan diri sebagai manusia. Tahun baru Imlek misalnya, saat seseorang memberikan ang-pao pada perayaan Tahun Baru Imlek, ada doa-doa dan harapan-harapan yang dimanifestasikan dengan memberikan ang-pao,  doa dan harapan agar mendapatkan keberuntungan dan nasib baik sepanjang tahun baru yang akan dilalui selanjutnya. Doa dan harapan baik dengan memberikan ang-pao kepada pemuda-pemudi yang belum menikah dan anak-anak ini juga akan berpulang kepada sipemberi dengan balasan memberikan ang-pao dari orang tua sipenerima kepada anak-anak sipemberi. Saling mendoakan dengan berbalas memberi ang-pao ini dapat dilihat dalam tradisi-tradisi lain yang intinya sama-sama mendoakan dan sama-sama menyambut harapan-harapan baik di tahun yang baru dimulai.

Jika perayaan tahun baru bukan karena adanya sebuah harapan-harapan, saya tidak tahu lagi apa yang dirayakan, adakah konsep lain selain saling mendoakan atau saling membalas kebaikan?. Jangan sampai perayaan tahun baru hanya sekadar ajang hura-hura atau istirahat sejenak untuk kemudian kembali tergilas beban-beban kehidupan... ironis sekali kawan.

Ada juga yang melihat tahun baru sebagai awal untuk tantangan baru dan beragam sikap positif lain tergantung visi misi hidup pribadi seseorang :)

Tahun 2015 memberi catatan sendiri untuk saya pribadi, beberapa kerabat, teman dan kenalan ada yang menutup umur... sepertinya tahun 2015 mengingatkan saya tentang pertanyaan misteri: 
Kapankah giliran saya?
Sudahkah saya menyiapkan bekal? 
Sudahkah saya memberi manfaat kepada kehidupan?

Dengan latar belakang demikian apakah tahun 2016 akan saya isi dengan sentimen negatif?. Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas adalah sebuah harapan, adalah sebuah tantangan bagi saya dan mungkin juga untuk anda untuk menjawab dengan sebaik-baiknya. Kita tidak akan pernah tahu kapan umur kita akan berakhir namun kita tahu apakah bekal kita sudah siap dan sudah sejauh mana manfaat kita bagi sekeliling kita, bagi keluarga, bagi tetangga dst.

Apakah mengingat kematian itu jelek? Tidak juga. Dari film-film saya mengetahui adanya sebuah tradisi membacakan eulogi secara resmi di hari kematian seseorang, ada yang dibacakan sesudah, ada juga yang sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan. Eulogi ini berisikan kenangan si pembaca kepada si mendiang. Bahwa di hari kematian, si mendiang bisa menulis bagaimana isi dari eulogi itu, tentu saja dia hanya bisa menulisnya saat ia hidup, dengan memaksimalkan potensi kebaikan kepada semua pihak, di lain sisi ia sedang menuliskan eulogi terbaik bagi dirinya sendiri. Bukankah kita juga demikian? Jangan sampai saat kita menutup usia maka lebih banyak orang yang merasa bersyukur atas kepergian kita daripada memiliki kenangan baik. Hal itu hanya bisa kita lakukan sekarang, sebelum kita masuk ke rumah masa depan dengan "plang nama" berupa batu nisan.

Membayangkan kematian kita sendiri ini hanya sebuah proses visualisasi untuk menentukan visi, jika sudah dapat barulah menentukan misi. Visualisasi paling ekstrim yah membayangkan kematian sebagai akhir kesempatan berbakti, akhir kesempatan berbuat baik. Kecuali tentu saja ada 3 amalan jariyah yang manfaatnya tidak berhenti dengan kematian. Membicarakan ini saya teringat kebiasaan nomor 2 dari 7 kebiasaan manusia yang efektif yang diulas oleh Stephen R.  Covey dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People yang diterjemahkan menjadi Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif yang banyak membawa perubahan dalam kehidupan saya. Kebiasaan 2 adalah: Mulailah dari Akhir dalam Pikiran. Temukan diri sendiri dan klarifikasi nilai-nilai karakter dan tujuan hidup Anda yang sangat penting. Gambarkan/bayangkan karakteristik ideal untuk setiap peran yang berbeda dan hubungan dalam hidup Anda. Demikian dijelaskan dalam Wikipedia.

Kembali lagi ke pertanyaan awal, apa yang kamu rayakan di malam tahun baru?

Untuk saya, saya merayakan harapan, namun itu saya lakukan setiap ada kesempatan. Tahun baru tidak bermakna apa-apa bagi saya kecuali pergantian Kalender Gregorian, sebuah kegiatan yang tidak memiliki arti khusus sehingga memerlukan perayaan apapun. Bagaimana dengan kamu?

Artikel ini memiliki 12 Komentar

  1. nothing special selain ganti kalender. iyap, as simple as that, om, tantangan menjalaninya butuh ke-istiqomah-an luar biasa, spy bekal kita cukup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tantangan yang membuat hidup lebih hidup kalau kata iklan hehehe :)

      Hapus
  2. sambil ngopi om, biar mengingat matinya lebih rileks :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti itu sih :D ibadah rutin itu gak boleh ketinggalan, wajib! fardu ain :)

      Hapus
  3. tahun baruan saya dirumah dan didepan laptop,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mas, ini sambil karaokean di aplikasi Smule hahaha

      Hapus
    2. mending maen Zombie tsunami :D

      Hapus
    3. brb download lah kalau begitu hahaha

      Hapus
    4. Hehehehe selesai liburan deh mas baru cari game yang asik, review dong gamenya :)

      Hapus
  4. Sama saja, seperti biasa kalau saya :)
    Sembari menggemaskan orang-orang yang bermain lappo'-lappo' bersuara stara petasan :(

    BalasHapus