Segitiga Cinta versi Robert Sternberg

Segitiga Cinta
Robert Sternberg adalah profesor psikologi. Dia kemudian menjadi Dekan Fakultas Seni dan Ilmu Pengetahuan di Tufts University. Pernah menjadi Provost dan profesor psikologi di Oklahoma State University. Sternberg juga pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Psikologi Amerika pada tahun 2003 dan telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk Penghargaan Distinguished Scholar dari Asosiasi Nasional untuk Anak Berbakat pada tahun 1985, James McKeen Cattell Award dari American Psychological Society pada tahun 1999 dan EL Thorndike Penghargaan untuk Prestasi di Psikologi Pendidikan dari APA pada tahun 2003. Lebih lengkapnya sila baca profil Robert Sternberg dalam Wikipedia :)

Saat ini saya mau nyatet hasil bacaan tentang teori segitiga cinta. Katanya belajar dengan menuliskan ulang apa yang dipelajari akan lebih membekas dalam ingatan, yah tujuan demikian bisa menjadi alasan untuk semua tulisan asal tulis yang saya simpan di blog ini :)

Soal Triangular theory of love juga bisa di baca di Wikipedia.

Ok, here it is: Ini dia segitiga cinta versi Om Stenberg:

Segitiga Cinta Robert Sternberg
Triangular theory of love - Wikipedia

Triangular theory of love kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia bisa segitiga cinta, tiga komponen cinta, tiga dimensi cinta dan sebagainya. Suka-suka kamu ajah, intinya segitiga cinta ala Robert Sternberg itu memiliki 3 dimensi: hasrat (passion), keintiman/kedekatan (intimacy) dan komitmen (commitment), tanpa ketiga unsur/komponen itu namanya bukan cinta (no love).

Bahas satu persatu yah:

1. Keintiman (intimacy) meliputi perasaan keterikatan, kedekatan, keterhubungan, dll.

Unsur keintiman (intimacy) menekankan pada kedekatan perasaan antara dua orang dan kekuatan yang mengikat mereka untuk bersama. Sebuah hubungan akan mencapai keintiman emosional manakala kedua pihak saling mengerti, terbuka, dan saling mendukung, dan bisa berbicara apapun tanpa merasa takut ditolak. Mereka mampu untuk saling memaafkan dan menerima, khususnya ketika mereka tidak sependapat atau berbuat kesalahan.

2. Hasrat (passion) meliputi antara cinta yang romantis dan daya tarik seksual.

Unsur hasrat (passion) memfokuskan pada intensnya perasaan dan keterbangkitan yang muncul dari daya tarik fisik dan daya tarik seksual. Mereka yang mengalami jenis cinta ini mengalami ketertarikan fisik yang nyata, selalu memikirkan yang dicintai sepanjang waktu, melakukan kontak mata yang intens bila bertemu, mengalami perasaan indah terlambung ke awan, mengagumi dan terpesona dengan pasangan, detak jantung meningkat bila berjumpa, mengalami perasaan sejahtera, ingin selalu bersama yang dicintai, memiliki energi besar untuk melakukan sesuatu demi pasangan, merasa memiliki kesamaan dalam banyak hal, dan merasa sangat berbahagia.

3. Komitmen (commitment) keputusan untuk tetap bersama pasangan dalam waktu yang panjang.

Unsur komitmen (commitment) diartikan sebagai keputusan untuk tetap bersama seorang pasangan dalam hidupnya. Komitmen berarti pula mencurahkan perhatian, melakukan sesuatu yang menjaga suatu hubungan tetap langgeng, dan melindungi hubungan itu dari bahaya, dan memperbaikinya bila hubungan itu dalam keadaan kritis.

Kombinasi dari tiga dimensi cinta utama, menghasilkan adanya 7 tipe cinta berbeda. Satu tipe adalah selain 7 tipe ini adalah nonlove, berarti tidak ada cinta, tidak hadirnya 3 unsur segitiga cinta. Kebanyakan hubungan antar manusia merupakan nonlove, misalnya antara guru dan murid, antara pembeli dan penjual, antara saya penulis dumelan dan anda yang nyasar membaca blog saya dan sebagainya :)

1. Liking (intimacy). Hubungan secara esensial dimaknai sebagai persahabatan. Tipe cinta ini mengandung kehangatan, keintiman, kedekatan, dan emosi positif lainnya, akan tetapi kurang adanya hasrat (passion) dan commitment. bener gak nih? contoh disini itu pertemanan, persahabatan.

2. Infatuation (Passion). Dalam tipe cinta ini ‘cinta pada pandangan pertama’ menjadi tema cerita. Daya tarik satu sama lain menjadi dominan, gelora dan hasrat sangat tampak. Kayak filem India deh.

3. Empty love (Commitment). Nah yang ini biasanya terjadi antar pasangan yang terikat atau memiliki komitmen untuk saling setia, namun kurang memiliki hubungan emosi yang dalam dan tidak pula memiliki hasrat yang mendalam, api masih tetap bersama untuk menjaga komitmen itu.

4. Romantic love (Intimacy + passion). Yang ini adalah pasangan yang memiliki rasa dekat (intim) dan keterhubungan serta daya tarik fisik yang kuat. Mereka memiliki hasrat yang menyala dan memiliki kedekatan emosional. Mereka yang memiliki tpe cinta ini tidak memiliki komitmen untuk setia terhadap hubungan dan terhadap pasangan. Yang kasmaran bisa masuk ke tipe ini.

5. Companionate love (intimacy + commitment). Dalam hubungan cinta tipe ini terdapat persahabatan yang stabil dalam jangka panjang. Mereka yang memiliki tipe cinta ini memiliki kedekatan emosional yang tinggi, berkeputusan untuk mencintai pasangan, dan komitmen untuk selamanya dalam komitmen itu. Tipe hubungan ini sering disebut ‘persahabatan terbaik, dimana tidak ada ketertarikan seksual ataupun kalau ada dalam pernikahan jangka panjang daya tarik seksual akan memudar dan tidak dianggap terlalu penting.

6. Fatuous love (passion + commitment). Hubungannya penuh gelora dan hangat. Akan tetapi biasanya hubungan seperti ini tidak stabil dan berisiko cepat berakhir. Nah cinta monyet masuk kategori ini kayaknya :)

7. Consummate love (intimacy + passion + commitment). Ini adalah cinta yang lengkap dimana setiap orang ingin mencapainya. Dalam tipe cinta ini terdapat hasrat, terdapat keintiman, dan sekaligus terdapat komitmen. Inilah tipe cinta yang diidealkan. Ini cinta versi ideal Robert Sternberg.

Nah itu 7 + 1 (no love) tipe cinta ala komitmen Robert Sternberg. Jadi gak seperti lagunya Vina Panduwinata di album Cium Pipiku (1997) yang berjudul Logika "... ternyata Asmara: tak kenal dengan logika". :D lagu angkatan nyokap lo yah? :p

Tenang brur n sist, kalau teori dari Sternberg tidak memuaskan, masih banyak teori cinta lainnya, antaranya:

Teori cinta menurut Erich Fromm bahwa cinta terbagi menjadi 5 jenis yaitu cinta persaudaraan (love of all humanity), cinta orang tua kepada anaknya (parental love), cinta erotis yaitu gairah untuk melakukan hubungan seks, cinta pada diri sendiri (self love), dan cinta kepada Tuhan (religious love).

Adalagi teori cinta menurut Psikologi Behavioral bahwa cinta adalah hasil pengalaman, melalui jatuh-bangun, melalui pengalaman dihargai dan dibenci, melalui pujian dan hukuman.

Saya tambahin satu lagi, teori cinta menurut Psikologi Humanistik bahwa cinta berpangkal pada kesadaran emosional. Cinta bukan semata-mata berdasarkan seks, melainkan suatu pemuasan emosional dengan hasil suatu kebahagiaan.


Dan seterusnya dan seterusnya...


Bahan bacaan:
Segitiga Cinta Dari Robert Sternberg
Teori Segitiga Cinta
Mari Kita Bicara Cinta

Kalo ngotot mau tau dumelan saya tentang cinta yah baca ini ajah:
Love tidak pakai Z
Dia adalah Kamu
Sudah Waktunya?

Atau pake kolom search, cari sendiri deh :D

Salam.

Klik untuk komentar