speak out!

Pernah menerima telpon atau chat dari wartawan yang dikejar deadline?

Saya termasuk orang yang tidak terlalu menaruh perhatian dengan telepon ataupun chat dengan orang yang tidak saya kenal. Jadi saya akan banyak bertanya di awal, mengenai identitas, maksud dan tujuan menelpon/chat, setelah itu jelas barulah saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan secara umum.

Saat ngobrol atau wawancara itu sebisanya ditekankan bahwa itu adalah pernyataan atau pendapat pribadi tidak mewakili sikap komunitas, lembaga ataupun lainnya. 



Semua bersifat pernyataan pendapat pribadi yang dilindungi oleh Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945: “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang”,  atau Pasal 28E di UUD 1945 (setelah Perubahan I s.d. IV) yang selengkapnya:
(2)     Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini keper-cayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

(3)     Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

mungkin sedikit nyambung dengan Pasal 28F UUD 1945 (setelah Perubahan I s.d. IV)
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Perubahan pasal 28 terjadi pada perubahan ke-II dan tidak mengalami perubahan sampai perubahan ke-IV, selengkapnya bisa di baca di Wikisource.

Jadi gak perlu alergi juga untuk diwawancarai, bebas saja dan jangan lupa minta salinan setelah terbit, minimal dimana pendapat kita tersebut masuk dan dalam konteks apa.

Si buset nyeletuk, tapi kan saya bukan ahli ini itu kok diwawancarai tentang hal itu?
Kalo menurut saya yah, kalau dia (si pewawancara) butuh pendapat ahli yah yang akan dihubungi yah si ahli, ada saatnya media mau mencari pendapat orang umum, orang awam entah berantah, so jawab saja sebagai diri kamu sendiri.

Ini cuplikan saat ditanyakan sama orang dari TNOL soal anak celeb yg kecelakaan, siapa yg salah?

Selengkapnya baca di TNOL

Dan kemaren (25 Sept 2013) hasil sotoy-sotoyan saya dipublish di harian Republika soal dishub DKI yang sedang rajin nyabutin pentil roda kendaraan (bukan pentil yg lain yah!) :D
So? speak out, di era sosial media saat begini gak usah nungguin ditanya sama wartawan baru ngomong,  daripada disimpan jadi jerawat mending dikeluarkan, mau menyampaikan uneg-uneg, dumelan, ide dslb sila tulis blog, cuap-cuap di twitter atau sampaikan pikiran di dinding ratapan, eh dinding facebook :)

Jangan sampai kesulitan komunikasi membuat kamu sulit berekspresi hingga stres, just share it :)

Gitu aja dah ocehan hari ini, met beraktifitas yo. 

12 komentar

avatar

wih keren lah om bisot bisa masuk Republika :D

avatar

maaf oom, pikiran saya terus melayang ke yg lain kalo mendengar kata pentil.

kok konyol sih? atit tauuu *disentil*

avatar

Wahahah idem sama Babang, saya mikirnya ke yang lain kalau baca / denger "pentil" hahaha... Banyak orang Indonesia yang mau bicara, menyampaikan pendapatnya, tetapi kadang2 ada 'tekanan-tekanan' tertentu sehingga mereka enggan untuk bicara. Yang berani bicara, bravo! Mengutarakan pendapat itu penting agar mereka tahu apa yang dipikirkan kita sebagai rakyat Indonesia. Hanya mengingat kasus kak Pritha xixixixi... yah... begitulah... :D

#PerangPostinganBlog

avatar

Iya, gue suka menyatakan pendapat. Eh...lebih tepatnya ngecuprus sih :D

avatar

di blog, ane bebas mau menyatakan pendapat, nyacat, ngritik, dll. Dulu sesekali ngirim tulisan ke surat kabar tapi ga pernah dimuat, makanya blog selalu jadi pelampiasan.

#PerangPostinganBlog

avatar

hahahah..."pentil". Setuju Oom, kita butuh speak-out. Klo gak ngomong, gimana dia bisa tahu perasaan kita sebagai cowok #eh *curcol*. Ngomongin ide juga bagian dari pembentukan karakter dan personal branding, tapi yah, jangan asal ngomong juga sih. Semangat!

#PerangPostinganBlog

avatar

huehehehe ngebayangin pentilnya dicabut paksa :p

avatar

yah waspada ajah, point masuk tapi gak bawa person, bawa ke umum ajah hihihi pake jurus ngeles dong :p

avatar

ngecuprus tuh bahasa apa kang? :D

avatar

yah yang penting speak out, be heard hehehe

avatar

saya sih asal ngomong ajah, tujuan utamanya ke diri sendiri soalnya hehehe

Klik untuk komentar