5W + 1H tentang Komunitas


Hari minggu pagi tanggal 18 Mei 2013 dapet mention dari Mbak Injul tentang agenda Akber Bekasi ke 19 sekaligus HUT Akber Bekasi yang pertama. Topik akber kali ini cukup menarik, yaitu pemberdayaan komunitas yang akan dibawakan oleh Mas Shafiq Pontoh jam 9 pagi di NIC's Cafe Bekasi.

Sesudah mengantar Aziz ke sekolah, tidak lama sayapun sudah di TKP - NIC's Cafe, hehehe suasana masih sepi, hanya panitia Akber Bekasi dan tidak satupun saya kenal, setelah registrasi pake nama Komunitas Flobamora saya coba duduk sebentar di ruangan, tidak sampai 5 menit saya sudah keluar lalu turun ke lantai 2 untuk sekadar merokok dan menunggu acara dimulai :)

Menghabiskan sebatang dua batang rokok, Mbak Injul datang, seterusnya yah bersama Mbak Injul kembali naik ke Lantai 3 NIC's Cafe dimana akber akan dilaksanakan.

5W + 1H tentang Komunitas

Langsung ajalah, Mas Shafiq membahas 5W+1H dalam dinamika komunitas secara berurutan dari yang pertama hingga terakhir. Menurut Mas Shafiq urutan ini penting, so saya tuliskan juga berdasarkan urutan. Why, Who, Where, When, What dan How.

Why? adalah pertanyaan yang muncul akibat ada masalah yang membutuhkan solusi, adanya kegalauan. Jadi kata Galau itulah yang diucapkan oleh Mas Shafiq :) kata yang akrab sama anak muda yah? :)
Reasoning tentang kebutuhan dan masalah apa yang membuat komunitas ini berdiri, TOR, alasan yang mendasari kegiatan komunitas, bahkan yang mendasari terbentuknya komunitas.

Selain galau, juga adanya faktor interest. Interest ini saya pahami sebagai kepentingan dan bisa juga minat. Kepentingan yang terganggu akibat adanya masalah, dan adanya minat atau kertertarikan terhadap masalah tersebut. Kesamaan minat yang bertemu dan menciptakan manfaat minimal kepada anggota komunitas, kalau bisa sih memberi manfaat kepada banyak pihak. Sebenarnya minat dan kepentingan ini yang membangun passion (semangat), semangat ini penting untuk membangun, memelihara, menggelorakan misi komunitas. tsah bahasanya :D

Who? tentang who ini membahas tentang entitas bisa person/perorangan, bisa juga komunitas yang penting memiliki kesamaan kepentingan, kesamaan visi, kesamaan tujuan dan memiliki keterikatan emosional (personal attachment). Person disini penting, karena inilah unsur yang akan menjalankan komunitas, pihak yang akan menggerakkan, melakukan aksi, mewujudkan ide dan gagasan menjadi aksi nyata.
akber bekasi tentang membangun komunitas bisot

Dalam komunitas, bukan siapa ketuanya yang menjadi masalah, tapi siapa Leaders-nya, karena dialah yang akan memimpin jalannya komunitas tersebut. Soal struktur organisasi komunitas seperti ketua, wakil ketua dan seterusnya sebenarnya tidaklah begitu dominan, tanpa struktur demikian komunitas masih bisa berjalan sepanjang ada pemimpin-pemimpin yang dapat menggerakkan, LEADERS!.

Leaders ini bisa satu orang bisa juga lebih, mereka pastinya memiliki visi (pandangan ke depan seperti apa dan mau kemana komunitas akan dibawa), memiliki believe, keyakinan tentang apa yang sedang mereka lakukan. apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah bersama, manfaat apa yang akan dihasilkan.

Leaders selalu dapat membimbing, mentoring, coaching agar orang lain dapat juga menjadi leaders, karena dengan lebih banyak orang yang sepaham, tujuan komunitas akan semakin jelas, mereka berbagi visi (shared vision) dan saling menyemangati. Disisi lain, leaders juga dapat berkolaborasi dengan leaders dari komunitas lain yang memiliki ketertarikan yg sama.

Where? Komunitas butuh lokasi, proximity, area, wilayah kerja atau lokasi target. Lokasi sekretariat? lokasi ngumpul dst. IMO menurut saya mirip dengan istilah "lingkaran Pengaruh", sejauh apa lingkaran yang dapat dipengaruhi oleh komunitas tersebut, sejauh apa komunitas tersebut dapat mengkordinir, mengendalikan pengaruhnya dalam sebuah wilayah. Pengaruh? yah disini pula komunitas perlu mengambil peran (positioning) apakah komunitas berperan sebagai konektor, fasilitator, executor..... terminator hehehehe dan tor tor lainnya.

When? ini soal timing, waktu, kapan? sekarang atau nanti? menunggu apa? kapan tenggat waktu melakukan ini, itu, skala prioritas?.
Komunitas terikat waktu dan mengatur waktunya demi kepentingan komunitas. Intensitas, urgency memiliki nilai penting untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk aksi-aksi sesuai agendanya. Namun demikian komunitas tetap harus memperhatikan chemistry yang terbangun, kegiatan komunitas harusnya tetap menyenangkan dan memiliki arti bagi setiap yang berperan serta, fun and meaningful.

What? ini membahas aksi! aksi apa? untuk memikirkan aksi apa yang akan dilakukan perlu diperhatikan banyak hal, utamanya mereview kembali unsur-unsur sebelumnya, kalau why, who dan when sudah mantap,  kemungkinan besar what akan mengalir deras, ide-ide adalah hasil chemistry yang terbangun antara leaders, person dalam komunitas. Yang perlu diperhatikan, aksi ini harus tetap terukur, dapat dilakukan (Makeable), bisa dilakukan oleh siapa saja, ngena! ngena ini bahasa kerennya solutif, memberikan jawaban atas kegalauan di atas, memberi manfaat. :)

How? Bagaimana melaksanakan aksi? banyak teori soal ini, googling sebentar dengan keyword how to bla bla bla.... pastinya banyak artikel yang bisa dibaca mengenai how... yang perlu digarisbawahi adalah: ini adalah mengenai sebuah aksi bersama, sebuah gerakan, kesampingkan dahulu bicara tentang person, pribadi-pribadi, gerakan bersama ini memerlukan rasa kebersaamaan yang tumbuh atas dasar "kesaamaan kedudukaan" Equality. Strategi pelaksanaan, target dan seterusnya diserahkan sepenuhnya pada kesepakatan komunitas.

Masing-masing akan bergerak sesuai kapasitas dan akhirnya akan tampil menjadi leaders dibidangnya sendiri, menentukan perannya sendiri dimana ia dapat berpartisipasi maksimal dengan senang hati :) nah disinilah bedanya dengan peran yang sudah ditentukan secara formal oleh komunitas, ada kesediaan, keterlibatan dan tanggung jawab secara sukarela.

Selanjutnya di layar tertulis: Search & indetify the leaders, connecting leaders with others, Building rituals & totem, organizing.


5W + 1H tentang Komunitas

Search & indetify the leaders ini yah secara kasat mata bisa dilihat kok siapa leaders dan folowers, tapi khusus untuk menggerakkan komunitas, leaders sama folowers itu sederajat, karena tidak menutup kemungkinan dari folowers menjadi leaders dalam hal-hal tertentu.

Building rituals & totem intinya dalam membangun komunitas, butuh yang namanya "acara rutin" untuk membangun massa, seperti kopdar :) dan totem... totem itu bentuk nyatanya bisa sourvenir, goodybag, pokoknya barang atau apalah yang menandakan adanya "acara rutin" tadi.

Nah terus ada Piramida Partisipasi: dari bawah ke atas ini isinya, gambarnya yah piramida/segitiga :)
Simpatisan - share, supporter - helping, Donor/Media Partnership/Community/Collaborator, Strategic Partner, Leaders


Piramida Partisipasi


Piramida ini menjelaskan level of engagement, tingkat keterikatan, tingkat kontribusi dan sebagainya terserah teman-teman mau mendefinisikannya bagaimana :)

Simpatisan ini bisa siapa saja, bukan anggota komunitaspun bisa menjadi simpatisan, kemudian di atas simpatisan ada supporter yang terlibat langsung atau tidak langsung, kemudian ada pihak donor, partnership dari pihak komersil atau komunitas lain dan ada juga collaborator yang semuanya akan berinteraksi dengan komunitas. Bentuk interaksinyapun beragam. Strategic Partners ini adalah semacam mitra kerja strategis yang boleh ditargetkan kontribusinya, kerjasaama yang saaling menguntungkan, win-win solution. Tingkat teratas adalah leaders, yak, para pemimpin. Bukan pemimpin alam arti formal loh, pemimpin disini siapapun anggota komunitas yang dapat mengambil peran sebagai leaders, bahkan jika anggota baru atau yunior sekalipun :)


Drive Participation
Increase Engagement
Create Loyalty

Terus kalimat terakhir sebelum sesi tanya jawab, ada saya catat kata-kata Mas Sahfiq: Komunitas yang tidak bisa berkolaborasi akan mati dengan sendirinya. Yah ini betul banget, kolaborasi ini penting untuk komunitas, jika memiliki kesaamaan tujuan, kesamaan misi, kenapa tidak berkolaborasi dan menjadi kekuatan baru yang membuka kemungkinan lebih besar untuk saling bersinergi demi kebaikan bersama?.


Gitu saja yah catatan hasil mengikuti kelas Akber di Akber Bekasi Minggu 18 Mei 2013 kemarin. Apa yang tertulis di sini sebagian besar adalah materi dari Mas Shafiq, selebihnya lebih merupakan definisi dan opini saya sendiri, bisa jauh berbeda dengan maksud Mas Shafiq, karena saya menambah-nambahkan sendiri alias sotoy mode on.

So, kalau kamu punya opini sendiri mengenai hal ini yah silahkan, dan jangan pelit untuk berbagi dengan saya hehehe, saya tertarik untuk mengetahui seperti apa pandangan teman-teman mengenai tema pemberdayaan komunitas ini.

Foto Kenangan 1thAkberBKS
Buat panpel Akber Bekasi, kalian keren! dari pemilihan lokasi, ruang kelas, MC yang juga keren, Selamat Ulang Tahun ke-1 untuk Akademi Berbagi Bekasi, semoga semakin bermanfaat bagi banyak orang dan tetap kompak.
salam :)

Klik untuk komentar