Lomba Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger

TOPIK LOMBA

“Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger”

Periode Lomba
1 November 2011 – 1 Januari 2012
Pengumuman Lomba
17 Januari 2012

Syarat Umum Lomba

  • Semua blogger di Indonesia dapat berpartisipasi
  • Peserta adalah mereka yang memiliki blog pribadi, baik hosting gratis dan domain pribadi
  • Tidak ada batasan umur
  • Tertutup bagi jurnalis media cetak & online
  • Meletakkan gambar banner online di bawah ini dalam postingan, dengan link menuju http://lestariairku.dagdigdug.com



Letakkan gambar ini dalam postingan Anda! 

Kriteria Penjurian

  • Judul, isi, dan nada pemberitaan sejalan dengan tema lomba
  • Tidak mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan)
  • Juri memiliki hak prerogatif untuk menentukan pemenang

Mekanisme Penjurian

  • Proses penjurian berlangsung dari tanggal 1 – 16 Januari 2011
  • Dewan Juri terdiri dari wakil dari blogger senior dari dagdigdug.com, ahli hidrogeologi, dan wartawan senior Antaranews.com
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
  • Jika tulisan sudah dipublikasikan di blog pribadi peserta, peserta mengirimkan beberapa data berikut ke email lombablog@dagdigdug.com dengan subjekLomba Blog Aqua:
    1. Nama Lengkap
    2. Alamat url blog
    3. Tautan langsung menuju artikel yang dilombakan
    4. Alamat email
    5. Nomor telpon

Hadiah Lomba Penulisan

  • Juara 1: Plakat + piagam + 5 juta
  • Juara 2: Plakat + piagam + 3,5 juta
  • Juara 3: Plakat + piagam + 2 juta




_______________________________________________________________________



Bertahan Hidup Dalam Krisis Sumber Daya Air

Creeping disaster, bukan judul film horror tapi sebuah fenomena alam yang bergerak lambat tapi pasti untuk mewujud sebagai bencana alam.

Dari Warga Hijau saya mendapatkan penjelasan sebagai berikut: 

Bencana dengan proses yang berjalan lambat, bencana merangkak (creeping disaster), justru sering kali menyebabkan orang mengabaikan gejalanya. Baru tersadar—itu pun kalau beruntung—ketika bencana sudah berada di tengah-tengah proses tanpa mengetahui kapan berawal dan berakhirnya bencana tersebut.

Kita dapat berdalih, bencana adalah takdir Yang Maha Kuasa, sayapun tidak menyangsikan hal itu, namun sebagai manusia yang memiliki akal sempurna, bukankah kita dapat membaca gejala-gejala, pola sebuah bencana dan mencegahnya sebelum semua terlambat?.
Air tidak diragukan lagi merupakan sumber daya yang penting bagi kehidupan manusia. Krisis sumber daya air terjadi jika air bersih telah sulit didapat, air telah terkontaminasi berbagai zat yang berbahaya bagi kehidupan.

Tanpa perlu penelitian, secara sosial ekonomi kita pasti tahu ketika air langka, upaya untuk pemenuhan air wajib kita lakukan yang hampir selalu menimbulkan kerugian secara ekonomi (perlu uang ekstra) dan secara sosial (melakukan berbagai aktivitas).

Indonesia sepanjang tahun akan mengalami dua musim, musim penghujan dan musim kemarau. Namun, dampak bencana yang terjadi dewasa ini cenderung meningkat. Musim hujan, bencana banjir termasuk longsor mengancam. Pada musim kemarau, bencana kekeringan juga meningkat tajam. Kedepannya kita hanya mengenal dua musin tadi dengan nama berbeda, yaitu musim banjir dan musim kekeringan.


Gejalanya bisa dirasakan kok, apabila kekeringan tambah parah, nanti saat musim hujan bencana banjir dan longsor juga akan meningkat. Artinya, bencana banjir dan kekeringan ini harus dilihat menjadi kesatuan yang utuh untuk mengelola sumber daya air. Ketika musim hujan bencana banjir meningkat, berarti lahan yang berfungsi sebagai daerah resapan, daerah retensi juga makin hilang, sehingga air dengan bebas dan dengan ganasnya melaju menjadi banjir bandang. Akibatnya, pada musim kemarau tidak ada lagi cadangan air yang cukup, sehingga menimbulkan bencana kekeringan. Waduk yang kering, sungai yang tidak ada airnya menunjukkan terjadi degradasi lingkungan yang parah dan signifikan.

Persoalan utama yang harus dijawab, bagaimana kita dapat menampung air sebanyak-banyaknya pada musim hujan, dan kita manfaatkan pada musim kemarau.

Upaya yang harus dilakukan dengan konservasi air. Gak usah terlalu ribet mendefinisikan kata Konservasi, tapi juga jangan hanya dipandang sebagai tindakan penanaman pohon, tetapi merupakan semua tindakan yang membuat keberadaan air menjadi kekal dan lestari.

Arti lebih luas adalah penanaman pohon, pembuatan embung, resapan air, menanggulangi laju erosi dan sedimentasi, mereduksi kuantitas banjir dan longsor, serta normalisasi sungai. Mengatasi kekeringan berarti juga mengatasi banjir dan longsor dalam satu kesatuan program yang utuh.

Konservasi air berarti kita melakukan keseimbangan yang harmonis dan serasi atas eksistensi air sebagai sumber kehidupan.







Klik untuk komentar