23 video mesum mirip ariel

Masih seputar video mesum ariel yang sudah merajai dunia maya hampir sebulan ini, kabarnya sih ariel pernah kecurian hingga barang2 pribadi miliknya di gondol maling. Tidak lama terdengar juga terdapat 23 video mesum tentang adegan mesum dengan pemeran pria mirip ariel siap di download dari internet. Benar tidaknya berita itu saya sudah tidak perduli, namun ada yang mengganjal jika semua mengabaikan berita tentang 23 video mesum mirip ariel beredar di dunia maya dan siap di download kapan saja oleh siapa saja.

Jika seorang anak SD atau SMP mampir ke warnet, memainkan sedikit keyword yang pas, maka tidak menutup kemungkinan akan sampai juga ke situs pengunduh video-video mesum itu. So... bagaimana mau mengawasinya?

Saya sendiri masih menganggap ariel adalah korban, pelanggaran pidana terjadi saat video itu tersebar ke ranah umum. Mari pelajari dari aspek Hukum Pidana (KLIK DI SINI).


Saya masih tidak mengerti jika ariel di jadikan tersangka dengan UU-ITE, karena yang menyebarkan konten tersebut setahu saya bukan ariel. Jikapun video mirip ariel itu benar-benar diperankan oleh ariel maka perlu pembuktian yang cukup rumit. Saksi Ahli hanya sebagai alat bukti juga harus kredibel jangan sampai terulang penolakan saksi ahli seperti kasus yang telah lewat.

Sudah waktunya Polisi memperkuat jajarannya dalam bidang cyber crime dan menghukum penjahat2 dunia maya itu seberat2nya agar tidak terulang lagi kasus seperti ini.

Kalo kata gw sih selain penegakkan hukum di dunia maya ini, konten mesum seperti kasus video porno mirip ariel, mirip luna maya, mirip cut tari atau mirip siapapun sebenarnya dapat di imbangi dengan memperbanyak konten positif sebagai penyeimbang, so mari memulai berbagi hal-hal positif di dunia maya ini, melalui blog, website dlsb.

Oh yah, pastikan penghukuman kepada si penyebar konten video porno itu dipublish, karena selain akan menjadi sanksi sosial bagi si pelaku, juga masyarakat menjadi tahu akhir petualangan si penjahat dan menjadi efek pembelajaran kepada masyarakat untuk tidak mengulangi kejahatan bodoh yang merusak moral generasi muda.

Sudah deh Jum'atan dulu yuuuk :)

Klik untuk komentar