file *.exe pada vista menjadi shortcut ke windows media center

Saat saya berkunjung ke Jakarta kemarin tanpa terasa ada 2 laptop dan 1 PC yang diserahkan ke saya untuk diperbaiki software OS nya. Saya sih senang-senang saja, walaupun saya sudah jelaskan, pengetahuan saya pas-pasan dan tidak ada garansi akan perbaikannya, tapi karena memang dulu saya sering main-main dengan komputer dan beberapakali memperbaiki PC teman yang error akhirnya saya gak bisa nolak karena mereka mengatakan ini rekomendasi dari beberpa teman yang pernah saya perbaiki PC atau Laptopnya.

Salah satu laptop bersistem Mikocok Vista dengan problem yang cukup aneh, semua file *.exe menjadi link ke Media Center, semua program menjadi shortcut ke Windows Media Center (WMC). Diagnosis saya kayaknya laptop ini sudah rusak registry windowsnya, padahal dalam laptop itu sudah terinstal anti virus NOD32 tapi sudah out to date, laptop sering terhubung ke internet dan seringkali mampir ke web web dewasa berkategori XXX yang kaya akan ancaman virus, worm dlsb.

Hal yang pertama saya lakukan mencoba mematikan service windows yang terhubung dengan windows media center (start - control panel - administrative tools - services) setelah yakin semua service terkait WMC disable saya mencoba menginstal Smadav anti virus dan tools pembersih registry. cara ini gagal bro, smadav tetap saja menjadi shorcut ke WMC karena ekstensi file installer Smadav berekstensi .exe

Setelah cape ngutak-ngatik gak jelas akhirnya mentok, jurus andalan kalo mentok yah... tanya Mbah Google untuk mencari regkey atau sebuah file berisi code untuk memperbaiki registry. Sampai saat ini Mbah Google tidak mengecewakan saya, dengan memainkan keyword berkali-kali akhirnya regkey itu didapatkan.



buat teman yg memiliki problem seperti di atas ini regkeynya (perhatian hanya untuk VISTA)

klik: >>> http://www.winhelponline.com/articles/105/1/File-association-fixes-for-Windows-Vista.html

Setelah berhasil me"merge" regkey yang saya download barulah bisa menginstall tools dan anti virus, tidak ada virus yang ditemukan, hanya beberapa key registry yang error dan di cap forbiden key oleh smadav.

Karena si pemilik Laptop rutin terhubung ke internet maka pada browser firefoxnya saya installkan add on no script dan aplikasi anti virus, untuk systemnya UAC dan windows defender nya diaktifkan, agak repot untuk adaptasinya, namun kayaknya akan lebih aman.

Kasus kedua adalah PC dengan folder system atau folder Windows lebih dari satu. PC teman saya ini berkapasitas HD sebesar 20GB, di partisi menjadi 2 dengan masing2 10 GB, di drive C terdapat 2 folder yaitu folder Windows dan WinXP sedangkan di drive D terdapat 1 folder Windows. Ketiga folder itu berisi file sistem operasi windows XP, yang tidak semuanya dapat dihapus dengan mene delete. Hal paling gampang, format semua drive dan install ulang hehehehehe.

Yang saya lakukan adalah meng-unistall beberapa program berkapasitas besar agar windows dapat kembali di install di drive C tanpa harus format ulang drive C, untuk drive D tidak ada jalan lain, back up semua file dan format ulang agar terhapus bersih. Pada saat intalai windows di drive C, kita tidak bisa melakukan format di C karena file2 installer tersimpan di C. Maka yang dilakukan adalah mengganti file windows dengan file baru atau tekan "L" (kalau tidak salah ) tapi menu itu muncul setelah saya berulang-ulang mencoba format drive C.

Kayaknya Folder Windows sampai ada 3 di PC itu karena beberapakali melakukan instalasi tanpa memperhatikan kapasitas HD yang cuma 10 GB disetiap drive dan pada saat install ulang memilih untuk membiarkan folder windows yang telah ada tanpa menggantinya, sedangkan yang di drive D terjadi karena pada saat drive C penuh maka windows menawarkan opsi untuk menginstall di drive D.

itu aja dulu brader, semangat.

Klik untuk komentar