November tears

11.11 pm, 28 Agustus 2008

Angin malam yang mengiringi perjalananku pulang serasa dingin menusuk tulang. Masih terserak genangan air sisa hujan tadi sore. Aku rasa Oki pun sedang merasakan dinginnya malam ini.

****************
House musik menghentak, meramaikan suasana Kafe yang ramai dikunjungi pasangan muda.
Di salah satu sudut sepasang muda-mudi juga sedang asik terlibat dalam sebuah perbincangan yang kadang diselingi tawa renyah keduanya.





"Gw pikir elo tahu semua pemecahan masalahnya Nuk, cuma elo ragu, nah, keraguan itulah yang membuat elo enggak mantap dalam mengambil keputusan".

"Yah, gw enggak PD Ki, sepertinya setiap keputusan gw salah terus di mata beliau".

"Hmmm.., itu dia, itu karena lo enggak bisa memberi reasoning mengenai keputusan elo. Elo mutusin berdasarkan apa?, susah ngukurnya kalo lo make feeling dan intuisi, parameternya harus jelas!"

"... Ki, gw curhat sama elo untuk meminta masukan dan pertimbangan, bukan untuk menghakimi gw, .. sebel..!"

"Hahahaha... Ok, Ok", jawab Oki cepat.

****************



Thank's, gw dah sampe di rumah, met bobo yah
Semoga dia membalas SMS ini. Menit-menit berlalu dalam pengharapan yang menyesakkan. Nuke gundah, namun saat-saat seperti inilah yang kadang ia rindukan. Malam semakin larut, namun Oki belum juga membalas SMS yang ia kirim.

Nuke berbaring dan mengambil diary birunya.
Dear deary
Oki tampak semakin dewasa, aku senang sekali malam ini.
Saat ia menasehatiku, aku ......
Aku sayang Oki, tapi sebel, malam ini dia belum membalas SMS, biasanya ada saja SMS yang ia....


Nada getar HP mengagetkan Nuke.
Ditutupnya diary dan langsung membaca SMS di HP.

"Selamat bobo juga honey, gw baru saja sampe, sudah yah, sweet dream dan jangan lupa.... cuci kaki! "

Ihhhh... sebelll, gw sudah cuci kaki tahuuu...


****************
Dilain tempat di waktu yang sama.

"SMS siapasih mas, kok senyum-senyum aja".

"Oh, ini si Nuke, biasa deh".

"Sudahlah mas, jangan terus mempermainkan perasaan orang, kasihan dia, nanti kalau dia berharap banyak bagaimana?".

"Mudah-mudahan enggaklah, dia juga kan tahu, kita akan merried 3 bulan lagi, gak ada salahnya kan menggoda sedikit, hahaha" kilah Oki tersenyum.

"Nakal..." jawab perempuan itu sambil mencubit mesra kekasihnya.

Malam pun semakin larut, menenggelamkan dua kekasih itu dalam mimpi-mimpi indah masa depan.


****************

16 November 2008

Sayup terdengar lagu "November Rain" milik Guns n Roses yang sudah diulang puluhan kali. Nuke mengurung diri di dalam kamarnya. Ia menggunting sebuah undangan dan menyematkannya pada diary biru.

Dear deary...
Hari ini 16 November 2008
Aku belajar
Aku belajar membenci dan juga mencintai
Aku benci karena hari ini Okiku bukan lagi Okiku
Aku mencintai karena hari inipun aku belajar
Cinta tidak harus memiliki
Aku benci, karena aku tidak mau mengerti itu
Aku benci karena aku ingin memiliki Okiku
Aku mencintai Okiku, bukan Oki yang itu
Aku benci Oki yang itu
Dia bukan Okiku...


Malam melurupkan cadarnya, rembulan terang benderang
Langit malam cerah, namun tak secerah hatiku
Malam semakin dingin, namun tidak sedingin hatiku

****************
Dilain tempat di waktu yang sama.

Resepsi pernikahan berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Kedua mempelai tersenyum bahagia.
Langit malam cerah, secerah mimpi-mimpi yang mulai nyata
Malam semakin dingin, namun tak mampu membekukan hangatnya cinta mereka

****************
Dilain tempat diwaktu yang sama.
Tangis kembali membuncah
Air mata...
"Cerai?" ah kata itu lagi
Seandainya aku tak percaya akan mimpi indahku
Mungkin malam ini tidak akan pernah ada dalam sejarah hidupku.



dedicated for Henceu n Hideous

Klik untuk komentar