a little note about AAC Ayat-Ayat Cinta

"Bangun Fahri... Allah sedang berbicara denganmu Fahri!, Allah sedang mengingatkanmu untuk tidak sombong!" - a little note about AAC Ayat-Ayat Cinta

Sudah pada nonton film ayat-ayat cinta (AAC)?


a little note about AAC Ayat-Ayat Cinta

Nah kalo sudah saya mau  koment dikit ah. Saya tersentuh banget pada saat adegan si Fahri di penjara, saya buka-buka buku AAC kok malah gak ada yah dialog antara Fahri dan teman satu selnya itu, yang ada yah pada Bab 23 itu si Fahri melantunkan surah Yusuf saat menjadi imam pada shalat maghrib.

Aaya coba baca blognya Mas Hanung (Sutradara), di http://dearestmask.blogs.friendster.com/my_blog Akhirnya terjawab juga pertanyaan saya, tertulis di blog Mas Hanung:
"Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafazkan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romantis seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai ..."

Bravo buat Mas Hanung, karena adegan dialog di dalam sel itu adalah touch yang paling berkesan, yah setidaknya bagi saya dunk.

Ok lets talk about AAC secara overall,. Secara saya dagh males nonton film-film Indonesia apalagi yang diangkat dari novel pop, saya adem-adem aja saat film AAC diputar, saya juga gak ikut gelisah saat jadwal tayang AAC di beberapa bioskop berubah menjadi film horor lokal yang memuakkan, biasa aja.

Saya sudah baca novelnya, saya dagh sudah soul-nya tuh novel.... ya udah, ngapain saya kudu nonton filmnya?.

But... tiba-tiba bini saya ngajakin nonton film AAC, beughhh ribet deh, saya gak suka nonton film Indonesia, apa lagi nontonnya di bioskop... arghhhh!!!!

Sayang istri, itu aja alesan saya satu-satunya manut ikut nonton film AAC. Saya mencoba menghayati setiap detiknya, saya lepas segala ingatan saya tentang kisah berdasarkan novelnya, dan ikut larut dalam film ini.

Lumayan, di atas rata-rata lah nih film kalo dibanding film-film lokal lainnya. Soal komentar lebih lanjut males ah saya, lo pade nonton aja, terus koment sendiri, ngapain ngarepin komentar saya, emangnye saya pemerhati film apa?

Sebenernya banyak sih, point-point yang kena, yang ada touch-nya ke saya, tapi yang paling ngena itu yah itu tadi pas dialog di dalam sel.

Scene Dalam Penjara

Di film ceritanya Fahri lagi shock menerima surat pemberitahuan bahwa dirinya dikeluarkan dari Al-Azhar, nah mulailah dialog itu.

Dialognya kurang lebih gini nih:
"Bangun Fahri... Allah sedang berbicara denganmu Fahri!, Allah sedang mengingatkanmu untuk tidak sombong!".
"Apa salah saya pada Allah" jawab Fahri.
"Istigfar, ingat lagi siapa dirimu," jawab rekan selnya sambil tertawa terbahak.
"Apa yang telah kau lakukan selama ini?, tidakkah kau sombong Fahri? Kau merasa paling benar, merasa paling suci, bahkan di hadapan istrimu sendiri" lanjut orang itu.
"Ingat kisah Yusuf AS, .........dst"

a little note about AAC Ayat-Ayat Cinta

"Fitnah, itu semua fitnah Fahri, Zulaikha memfitnah bahwa Yusuf telah memperkosanya hingga Yusuf masuk penjara....dst."
"Namun Yusuf tahu Tuhan sedang berbicara dengannya, kau mau tahu apa yang dikatakan Yusuf?."
"Kata Yusuf, "Ya Allah jika memang kehidupan penjara lebih berarti bagi-Mu daripada dunia luar, maka aku lebih memilih tinggal dipenjara tapi dekat dengan-Mu dari pada aku hidup bersama manusia pendusta",
"Allah sedang berbicara denganmu Fahri, Allah sedang berbicara mengenai sabar dan ikhlas... Sabar dan Ikhlas Fahri".

Gubrax, hati saya bergetar, gile... kok kena banget ama saya yah? ada rasa hangat di sudut mata saya.

Btw saya check di Alqur'an mengenai doa nabi Yusuf itu dan dapat ditemukan pada Surah Yusuf ayat 33 (QS 12:33).

Tarjamahnya:
Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau selamatkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk dari golongan orang-orang yang bodoh."

Yah kisah Nabi Yusuf memang memiliki begitu banyak aspek hikmah yang masih perlu digali, dan film AAC ini menguak satu hikmah dari kisah Yusuf.

Btw soal film ini, awalnya banyak mengundang kontroversi, dan saya salut sama kedewasaan saudara saya sebangsa setanah air dari kalangan non-muslim yang dapat menerima kehadiran film ini. Saya jadi berangan-angan, seandainya saja ada film serupa, dengan pemeran utama (seperti Fahri) berperan dengan agama non-muslim, lalu ada kisah yang mirip dengan kisah tokoh Maria (yang meninggalkan keyakinannya dan mengikuti keyakinan sang tokoh utama), kira-kira apa tanggapan saudara-saudara saya seiman terhadap film itu yah?.

"Jangan tanya tentang orang lain dulu dong Sot, tanya dulu ke dirilu sendiri dong," protes si Buset.
"Saya, Insya Allah gak akan pernah terpengaruh soal keyakinan Set, kalo saya gak yakin tentang kekuatan iman saya, yah saya gak bakalan nonton film itu Set," jawab saya.
"Yakinlo gak bakal kasak-kusuk, menebar opini yang mendeskriditkan atau ikutan demo menentang pemutaran film kayak gitu?" pancing Buset.
"Set, bagi saya pribadi itu seperti cobaan terhadap iman saya dan tentu yang namanya cobaan akan ada hikmahnya, so saya sih wellcome-wellcome aja seperti buku dan novel yang mendeskriditkan keyakinan saya, saya baca dan saya ambil hikmahnya".

"Tapi Sot, bagi sebagian orang dengan menentang film atau buku atau novel seperti itu dianggap ibadah Sot, nah gimana tuh?" tanya Buset serius.
"Ibadah itu tergantung niat dan amalannya Set, dari pandangan saya pribadi mustinya juga diperhitungkan manfaat dan mudharatnya, saya gak mengingkari bahwa kegiatan seperti itu dapat pula bernilai ibadah, namun setidaknya tidak melampaui batas dan atas dasar pertimbangan dari para ulama".
"Nah terus kalo soal....."
"Stop Set!, saya gak punya kemampuan menjawab pertanyaan-pertanyaan berat elo dalam bidang ini, saya takut kata-kata saya menjadi cobaan (fitnah) bagi saya, please deh mending lo tanya ke Ki Somad aja kalo dah menjurus ke soal-soal yang nyangkut-nyangkut keyakinan dan amalan praktisnya, Ok Set!!!"
"Kan pertanyaan saya cuma dalam scope pendapat pribadi elo doang Sot?" protes Buset.
"Iye awalnya gitu, tapi tadi buktinya lo kait-kaitin pendapat pribadi saya ke mana-mana, saya gak punya hak men-judge pikiran dan perbuatan orang lain Set, emangnye saya apaan?".
"Ooooo sorry brur kalo gitu,. Dah mending ngomongin yang lain ye Sot, ngomongin Carrisa Putri kek yang kalo keujanan mirip si Debby".
"Hah!!! yang benerlo Set, saya aduin ke orangnye lo wkkkkkk"
"Yeee, jangan Sot, seneng lo ngeliat gue dimaki-maki????"
"Wkkkk... Debbbb... nih si Buset kayaknya nge-fans ama elo nih Debb... wkkkkk"
"Yeeeee..."

Dah agh brur n ses, kasian si Buset kalo diterusin, bisa abis dicela-cela si Damage sodara kembarnya Debby wkkkkk.


Peace ah.
From Selat Durian with Love
22:37 March 30 2008

Posted from Kuala Tungkal Port (Jambi)

Miss U All. Kalo gak diperpanjang tgl 8 April saya dah di Jakarta lg... uuuuuuhhhh.

Posting Komentar

No Spam, Please.