Met bobo

bosen banget, alias basi denger orang ngomong
"Bicara itu mudah, melaksanakannya yang susah"

Susah apanya? Susah memulainya?

Gimana mau berhasil kalo kita memang tidak pernah percaya bahwa diri kita mampu menciptakan keberhasilan.
Mental pecundang hanya pantas menerima kekalahan, kemudian merasionalisasikan kegagalan dengan segala macam dalih.
Mereka memang telah siap untuk kalah dan tidak pernah siap untuk berhasil. Comfort zonenya dibangun disekitar kegagalan, kalaupun mereka berhasil, itu hanya sementara saja, karena mindset mereka adalah kegagalan, keberhasilan kali itu hanyalah tangga menuju kegagalan selanjutnya.

Mental pecundang ini hanya akan berujung pada sakit hati, gejalanya mudah di deteksi kok
"susah lihat orang senang, dan senang lihat orang susah".
Sebuah gejala yang sangat tidak asing bukan?



Lho bukankah kita senang mengorek-ngorek kesalahan dan cacat pihak lain?
Bukankah kita sering merasionalisasikan keberhasilan orang lain sebagai hasil kecurangan?
Bukankah kita lebih ingat kesalahannya dari pada kebaikannya?
Tidakkah kita selalu menaruh curiga akan kebaikan pihak lain?

Tidakkah kita sadar kita berawal dari ketiadaan, kemudian tumbuh menjadi congkak dan sombong, padahal tidak lama lagi akan kembali kepada ketiadaan.
Bukankah sombong namanya jika kita tidak menerima kegagalan kita?
Tidakkah sebuah kecongkakan yang membutakan mata kita akan kemungkinan manusia berbuat salah?
Hanya harga diri yang dibangun dengan kecongkakanlah yang tidak pernah mau menerima kegagalan.

"Seorang pemberani hanya mati satu kali, sedang pecundang akan mati berkali-kali hingga akhirnya musnah"

Apasih yang kita takutkan? kegagalan? Padahal tidak ada suatu cara apapun untuk mengetahui kegagalan dan keberhasilan kecuali dengan mencobanya terlebih dahulu. Gagal setelah mencoba adalah sebuah pembelajaran untuk mempersiapkan usaha selanjutnya.

Kembali kita dengar, "Bicara itu mudah, melaksanakannya yang susah".
Mari kita jawab, "bicara itu sulit jika merupakan hasil berfikir, melaksanakannya menjadi lebih mudah karena tidak perlu berfikir, yang diperlukan hanyalah keberanian, berani untuk berhasil"

"Jika mereka takut untuk berhasil, tak ada pilihan bagi mereka, kecuali diam dan menyaksikan kita meraih keberhasilan"

Maaf saja, keberhasilan adalah sebuah pilihan, begitu juga kegagalan. Saya tak pernah percaya ada seorang manusia dilahirkan untuk gagal. Saya tak pernah percaya ada orang bangun pagi tanpa ada semangat bahwa hari itu akan menjadi lebih baik, kalau tidak kenapa harus bangun dari mimpi-mimpi?

Selamat tidur aja degh, Gak usah bangun sekalian... wkkkkk


____________________________________________________________________

roseheart, Selasa, 3 Juli 2007 @ 12:29 WIB

celebrate your life everyday so you will never have a chance to regret what you have... there's no end, and no beginning, all you have to do is appreciate your life and enjoy every second in your breath...

bisot Selasa, 3 Juli 2007 @ 15:59 WIB

yeah.... lets celebrate this grace, just to be alive is the great grace, right mom?

wuih maklum abis nonton film wkkkk
____________________________________________________________________
hen   Selasa, 3 Juli 2007 @ 12:49 WIB
quote:

selamat tidur aja degh, gak usah bangun sekalian... wkkkkk

mampus aza yuks buat para looser... wkkkkkkkk

bisot, Selasa, 3 Juli 2007 @ 16:28 WIB ulah kitu atuh neng... :d
____________________________________________________________________
nandar_faiz   Kamis, 5 Juli 2007 @ 00:07 WIB

setuju bos, kata orang yang penting semangat!
kata orang gagal keberhasilan yang tertunda,
met bobo dech.......

bisot, Kamis, 5 Juli 2007 @ 01:51 WIB

blom bos, tar subuh gue mau gebugin orang, jadi begadang dulu wkkkkk<

Klik untuk komentar