GLOBAL eh GOMBAL Warming

Dari Politikus sampai artis ngomong tentang Global warming, bisot tentu aja gak mau kalah, biar sotoy yang penting PD. Tapi kalo di bisot jadinya "GOMBAL WARMING" wkkkk.

Terus untuk membahas ini kita ngomong tentang "Efek rumah kaca" dulu nih, Efek rumah kaca ini dulu bisot pikir terkait sama gedung-gedung yang dilapisi kaca yang buanyak di Jakarta, yah gak seluruhnya salah sih tapi ternyata gak tepat juga.

Pernah lihat kebun-kebun yang dilapisi kaca?
Ini biasanya ada didaerah yang dingin, di Indonesia yang panas sih gak perlu tuh kayaknya.

Nah tanaman dalam kebun-kebun dalan ruangan kaca itu memerlukan udara yang lebih hangat dari suhu udara diluar ruangan kaca itu.

Suhu dalam ruangan kaca itu bisa hangat karena Gelas atau kaca adalah zat bening yang dapat ditembus oleh sinar (radiasi) matahari. Radiasi matahari yang disebut photon itu menabrak molekul-molekul udara (O2) dalam rumah kaca, maka bertambah intensiflah getaran molekul udara itu, yang menghasilkan fenomena naiknya suhu udara, karena itulah udara bertambah panas. Kemudian, kaca adalah penghantar panas yang jelek. Maka terperangkaplah panas itu dalam rumah kaca. Photon mudah menerobos masuk, namun setelah tenaga radiasi itu sudah ditransfer menjadi tenaga panas dalam rumah kaca, gelombang panas tidak mampu menerobos keluar. Inilah efek rumah kaca.

Nah sudah ngerti kan efek rumah kaca, nah sekarang bayangkan CO2 adalah zat bening mudah ditembus photon matahari. Juga CO2 adalah zat pengantar panas yang jelek (sama keperti kaca). Maka terperangkaplah gelombang panas dalam ruang antara lapisan CO2 dengan permukaan bumi.


Reff:
Interaksi Iman dan Ilmu, Pencemaran Thermal oleh H.Muh.Nur Abdurrahman, Harian Fajar, Makassar, 3 November 1991.

Dagh pada tahu khan co2 yang mengelilingi bumi ini berasal dari mana, Yah manusia dari hasil pernapasan, dari mesin motor, mobil, pabrik dst. Kenapa sih para Ilmuwan gak pernah mau bikin alat yang bisa merubah co2 menjadi o2.

Dijaman kayak gini masih ngandelin hutan??? beugh.

Suruh aja produsen atau pabrik mesin2 itu menanam 1 pohon tiap memproduksi 1 piece hasil produksi. Coba setiap produksi 1 mobil mereka menanam 1 pohon, lumayan khan. Yah emang sih, nanem pohon mungkin akan lambat numbuhnya. Tapi dari pada dia yang produksi terus, bikin polusi dan limbah, eh engkong gue yang petani dilarang nebang pohon, suruh nanem pohon keras, wah enak aja... emang gak ada kerjaan laen apa???

Jadi mendingan kampanye "Global warming" diarahkan ke pabrik2, industriawan2... ya gak?
Masak ke Engkong n nenek gue di pedaleman kalimantan dan sulawesi segh?
Yang gundulin hutan tuh cukong2 negara tetangga yg punya duit banyak, peladang berpindah dan anak negeri punya kearifan sendiri tentang mengelola hutan, orang kota yang gak pernah hidup dihutan mending kelaut aja, kalo gak enak yah kasih kucing aja weeee...

Wkkkkk engkong gue yg dagh turun temurun jadi petani lebih tahu mana pohon yang bisa ditebang dan enggak, kapan harus ditebang atau hanya dipangkas, eh orang kota, boro-boro tahu nama pohon maen ngejeplak aja tentang konservasi, pelestarian hutan... wkkkkk

Orang nyari kayu bakar ditangkepin, nah itu yang bawa kayu bergelondong gelondong di cuekin, katanya punya HPH, SKSHH bla..bla..bla emangnya die pada nanem pohon apa???

huek... perut elo segede apa sih?

yah, 1 dunia ini sebenarnya cukup untuk menghidupi semua orang, tapi emang gak bakalan bisa degh menuhin keserakahan 1 orang.


wkkk sorry dear blogger, gue lg puyeng, muntahannya gak jelas, dumelan hari ini... ancur

yah gombal... gombal... gombal!!!

Klik untuk komentar