invisible



Seorang teman bertanya "kenapa sih e-mail elo banyak banget, nomor HP lo bisa berganti tiap minggu", sebuah pepatah klasik menyatakan "bahkan tikus saja menyediakan tiga lubang". 

Mungkin selamanya saya tidak akan pernah menggunakan nomor HP pasca bayar, semua nomor telpon saya simpan di memory phone book, menggunakan satu nomor perdana hanya untuk satu kali percakapan pun sering saya lakukan. Karena tameng terbaik adalah menjaga jarak pukulan.

Telah banyak kisah tragis yg saya dengar akibat kesalahan-kesalahan kecil seperti itu dan saya pun sudah cukup mengalaminya. Saya bukan pembalas dendam yang baik, namun saya cukup memahami bahwa siapa yg meniup api akan mengkilap matanya, jika kita marah maka tutuplah mulut kita namun jangan lupa untuk membuka mata. Tapi yang penting bukan marah melainkan "impas".

Saya pernah mendengar "bukan cinta yang membangun dunia, tapi kebencian, karena tidak diperlukan perhitungan masak untuk cinta, membenci pada taraf tertentu adalah seni". 

Kita bukan Tuhan, karena Tuhan pasti pemaaf. Maka, jika anda ingin membunuh sebuah tanaman, pastikan tanah tempatnya tumbuh kau kelola dengan kejam, kau boleh tetap menyirami tanaman itu, namun pastikan agar akarnya tidak dapat menyerap kehidupan.

Cukup sekian sedikit bimbingan ala Machiavelli dalam hal seni membenci dan mencekik dengan disambut senyum oleh korban. Ada yg anda ingin diskusikan atau konsultasikan?


Klik untuk komentar