surat cinta 2

Salam Sejahtera, semoga keselamatan dan rahmat serta berkah Allah senantiasa tercurah bagi mu.

Apa kabarmu sahabatku yang mulia?

Kau menanyakan padaku, apakah aku kesepian dalam pikiran, hati dan jiwa? bagaimana aku harus menjawabnya? kurasakan kesepianku tidak lebih mencekam dan lebih dalam daripada kesepian orang lain. setiap orang merasakan kesepiannya sendiri. Kita masing-masing merupakan teka-teki, bercadarkan seribu lembar cadar, lalu apabedanya antara seorang manusia yang kesepian dengan manusia kesepian yang lainnya?. Dalam berbicara kita mendapat kesenangan, namun dalam diam sahabatku, ada terdapat kebajikan.

Aku tidak tahu, apakah kesepianku merupakan perwujudan "tingkah laku pribadi-ku", atau sebagai bukti bahwa tidak adanya kepribadian dalam makhluk kusebut "aku". Aku tidak tahu. tapi jika kesepian menjadi pertanda kelemahan, tentulah aku merupakan manusia yang paling lemah.
betapa sering seseorang manusia berada diantara kawan-kawan yang menyayanginya, berbicara, bertukar pendapat, saling memahami pikiran dan tindakan, yang dilakukan dengan akrab dan sepenuh hati, namun gagal melampaui batas-batas kodratnya- karena Diri-nya yang lain, yang tersembunyi itu, tetap diam dan menyendiri dalam dunia aslinya.

kebanyakan orang, termasuk diriku, suka akan asap dan abu; tapi takut terbakar akan api yang menyilaukan. kebanyakan orang juga termasuk diriku, asyik berhubungan dengan orang lain pada tingkat permukaan saja; mereka mengabarkan intisarinya karena tidak pernah terjadi bersama kemampuan daya pemahamannya. tidak mudah bagi kita untuk membedah hati kita sendiri agar orang lain dapat melihat apa yg tersembunyi di dalamnya. dan sahabatku, inilah kesepian, dan ini juga kesedihan.

beberapa orang mengatakan aku "pelamun", tapi aku tak mengetahui apa yang dimaksudkan dengan kata itu. tapi aku tahu, bahwa aku bukan "pelamun" sungguh-sungguh sehingga aku harus berbohong kepada Diriku.seandainya aku berbuat demikian, Diriku tidak akan mempercayaiku. Sahabatku, diri kita ini tidak melihat sesuatu yang lain dalam hidup kecuali hidup itu sendiri, dan tidak mempercayai sesuatu apapun kecuali pengalaman pribadinya. Dan jika mengalami sesuatu, maka sesuatu itu menjadi cabang pada batang pohon Pribadi itu sendiri.

belum sempat aku jawab semua pertanyaanmu sahabat, dan akupun belum pula mengatakan satu kata yang ingin kukatakan sejak suratku yang pertama. Kabut dalam diriku belum berubah menjadi air hujan, dan keheningan itu, yang bangkit dan bergetar, belum mewujud sebagai ucapan. Apakah engkau tiada hendak menyentuhkan tanganmu pada kabut itu? apakah engkau tiada hendak memejamkan mata dan mendengarkan pesan keheningan itu?. kurasakan Kau tersenyum, hatimu tersenyum.

dan sekarang mendekatlah, dekatkan dahimu yang manis padaku - dan semoga Tuhan memberkahi dan melindungimu, wahai sahabat hati yang tercinta.
---------------------------------

Berawal dari: Surat Cinta
S.1, S.2 and so on, were inspired from:
Blue Flame; The Love Letters of Kahlil Gibran and May Ziadah (Mary Haskell)


Klik untuk komentar