The Judgements Day

The Judgements Day

Deep inside in my inner self
I couldnt find my own mistakes
do I really make a mistake
Its maybe, because I take all the blame with my pleasure.

adalah umum bagi yang terlibat penyelesaian secara kompromi untuk tidak memiliki keterikatan dan komitmen penuh atas hasil yang dicapai.

saat konflik terjadi, pengetahuan dan pemahaman yang mendalam akan penyebab konflik harusnya menjadi syarat yang mutlak. tapi aku nekad aja konfrontasi dengan mengandalkan "peta" yang seadanya. biasanya aku pake metode ini buat menguji seseorang, mengenal lebih dalam, dan pastinya menabrak prinsip-prinsip dan harga diri. resikonya jelas salah satu harus mengalah
atau saling menyakiti. dengan "peta" yang seadanya aku gak membuat kemajuan yang berarti, aku bisa terus maju dengan resiko salah jalan yang berarti harus siap menabrak jalan buntu yang berarti juga memperparah keadaan.

mengalah dan "take all the blame" menjadi konsekuensi wajar. tetapi apa cukup dengan take all the blame semua akan kembali normal? ternyata tidak.
dengan "peta" yang salah aku sudah melanggar beberapa rambu prinsip sehingga melukai harga diri orang lain. petualangan ego yang telah menyakiti, aku sudah melewati the outer limit batas toleransi, sebuah konsekuensi yang tidak
akan selesai hanya dengan kata maaf.

the judgement days is mandatory.
siapa bilang Friendship is cheap, apa yg kita peroleh dengan terlalu mudah pasti kurang kita hargai, hanya harga yang mahallah yang memberi nilai kepada segalanya. Tuhan tahu bagaimana memasang harga yang pantas untuk segalanya.
(thomas paine knows that).

menjadi tamparan yang mengingatkan bahwa jalan ini pernah aku lalui sebelumnya, Thanx God for opening my eyes, for sending me a valuable friend
to show me where I am.
tersentak akan kenyataan bahwa aku sedang menyusuri kembali jalan2 yang pernah aku lalui, bahwa selama ini aku hanya berputar2 tersesat dan terbuai dalam absurditas.

berbenah kembali, mereview.... yup menjadi cukup sibuk bahkan sedikit neorosis. ada gap yg cukup panjang antara masa lalu dan saat ini. sebelum aku fokus kesini aku musti selesaiin dulu konflik aku sama pribadi yang dah sakit hati karena aku dah melanggar rambu-rambu dignity yang dia bangun dan dia jaga dengan pride.

Walk well my Beloved Sister

Love Ya...
*********************************

Klik untuk komentar