Review Pursuit of Jade: Drama China Romantis dengan Humor Segar

Review Pursuit of Jade: Drama China romantis & humor segar Tian Xiwei & Zhang Linghe. Simak chemistry unik si penjagal babi dan bangsawan di sini
 
Review Pursuit of Jade: Antara Pisau Jagal dan Mahkota

“Di kehidupan ini, jadilah ternak yang baik. Di kehidupan mendatang, jadilah manusia yang baik.”

Mantra itu terus terngiang di telinga saya. Kalimat tersebut adalah doa yang selalu dibisikkan Fan Changyu (Tian Xiwei) dengan sangat tulus setiap kali ia hendak menyembelih babi. Sebagai penonton, saya coba memahami doa yang Changyu ucapan itu, kira-kira Changyu dan Xie Zheng ini pada kehidupan sebelumnya itu jadi apa yah? :)

Xie Zheng (Zhang Linghe), seorang bangsawan yang sedang jatuh terpuruk dan membawa dendam masa lalu. Melihat wajahnya yang sangat rupawan di bawah balutan jubah sederhana, saya langsung berpikir: pria ini pastilah seekor ternak yang sangat berbakti di kehidupan sebelumnya sampai bisa bereinkarnasi menjadi cowok sehebat dan seganteng itu. :)

Inilah awal mula perjalanan saya menyelami Pursuit of Jade, sebuah kisah yang membuktikan bahwa takdir terkadang punya selera humor yang sangat unik.

Fan Changyu Penjagal Polos yang Beruntung

Hal pertama yang membuat saya jatuh cinta pada serial drama Pursuit of Jade ini adalah karakter Fan Changyu. Ia bukan tipe pahlawan wanita yang biasanya kita temui dalam drama kolosal yang lemah lembut, hobi menangis, atau menunggu diselamatkan. 

Changyu adalah anak tukang daging yang sangat praktis. Ia lebih mahir memegang pisau jagal daripada dandan memoles kecantikan. Baginya, hidup adalah tentang bagaimana besok bisa makan dan menjaga properti keluarganya tetap aman.

Kepolosan dan kejujurannya yang tanpa basa-basi inilah yang menjadi sumber humor utama. Saya sangat menikmati adegan-adegan di mana ia harus berhadapan dengan etiket bangsawan yang kaku. Bagi Changyu, jika ada masalah, cukup selesaikan dengan cepat seperti memotong daging. 

Kontras antara "logika pasar" yang ia miliki dengan "logika istana" yang dibawa Xie Zheng menciptakan percikan komedi yang sangat segar dan tidak dibuat-buat. Keduanya memerankan adegan-adegan kontras dengan baik dan alami.

Xie Zheng sendiri, dengan segala beban berat di pundaknya, seringkali dibuat bingung oleh tingkah laku dan logika polos istrinya ini. Zhang Linghe berhasil membawakan karakter yang terlihat dingin namun sebenarnya sangat rapuh di dalam. Interaksi mereka saat menjalani "pernikahan kontrak" adalah bagian yang menarik. 

Humor yang muncul berasal dari kecanggungan dua orang yang saling tidak percaya, namun harus berpura-pura menjadi pasangan paling harmonis di depan publik.

Sebagai keluarga yatim, Changyu membutuhkan seorang suami agar hukum mengakui kepemilikan rumah warisan orang tuanya, di saat itulah Xie Zheng hadir dan bersedia menjadi suami matrilokal dan mengakui Changyu  sebagai kepala keluarga. Tradisi yang sedikit mirip dengan tradisi matrilineal.

Humor di Balik Dinginnya Intrik Istana Dinasti Yin

Saya terkesan dengan bagaimana serial ini menyisipkan tawa di tengah ketegangan. Meskipun temanya melibatkan balas dendam dan intrik politik, Pursuit of Jade tidak pernah terasa terlalu berat untuk diikuti. Ada kehangatan yang mengalir di setiap episodenya. Misalnya, saat Changyu mencoba menyesuaikan diri dengan kehidupan baru sebagai istri bangsawan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai seorang penjagal.

Adegan-adegan kecil seperti cara Changyu menilai orang lain berdasarkan ketangguhan fisik mereka atau bagaimana ia secara tidak sengaja mengintimidasi orang-orang yang meremehkannya selalu berhasil membuat saya tersenyum renyah. Humor di sini berfungsi sebagai jembatan yang membuat kita merasa dekat dengan karakter-karakter tersebut. Mereka bukan sekadar tokoh di layar, tapi terasa seperti teman yang sedang berjuang menghadapi kerasnya hidup dengan sedikit candaan.

Chemistry antara Tian Xiwei dan Zhang Linghe juga patut diacungi jempol. Mereka tidak perlu banyak kata-kata puitis untuk menunjukkan perasaan. Cukup lewat lirikan mata atau senyum tipis di sudut bibir saat mereka sedang berdebat tentang hal-hal kecil. Bagi saya, itulah romansa yang sebenarnya, bukan yang selalu manis, tapi yang tetap bisa membuat kita tersenyum bahkan di saat-saat paling sulit sekalipun.

Review Pursuit of Jade: Antara Pisau Jagal dan Mahkota

Zhejiang: Saksi Bisu Perjalanan Hati

Selain ceritanya yang menarik, mata saya benar-benar dimanjakan oleh pemandangan alamnya. Saya merasa seolah-olah ikut berjalan menyusuri hutan yang tertutup salju di Longquan atau menikmati suasana pasar yang riuh di Distrik Palatial Tang dan Song. 

Lokasi syuting di Provinsi Zhejiang memberikan atmosfer yang sangat kuat dan terasa nyata. Penggunaan lokasi asli, bukan sekadar layar hijau, membuat setiap adegan pertempuran maupun momen romantis terasa lebih hidup.

Saya bisa membayangkan dinginnya udara saat mereka bertemu pertama kali di tengah badai salju. Sinematografinya membingkai setiap momen dengan pencahayaan yang sangat lembut, membuat kostum sederhana yang mereka kenakan tetap terlihat elegan. 

Keindahan visual ini tidak hanya menjadi hiasan, tapi juga membantu membangun emosi penonton. Saat mereka berdua berdiri di tepi danau yang tenang di Hangzhou, saya bisa merasakan kedamaian yang perlahan tumbuh di antara mereka.

Pemandangan pegunungan dan perkebunan teh yang luas seolah menjadi pengingat bahwa di balik konflik manusia yang rumit, alam tetap memberikan ketenangan. Hal ini sejalan dengan perkembangan hubungan mereka yang dimulai dari ketidaksengajaan di alam liar hingga menjadi ikatan yang kuat di medan perang. Visual yang megah ini membuat pengalaman menonton menjadi sebuah perjalanan yang sangat memuaskan secara batin.

Lebih dari Sekadar Romansa: Tentang Tanggung Jawab

Pelajaran hidup yang paling berharga bagi saya dari serial ini adalah tentang identitas dan tanggung jawab. Changyu mengajarkan kita bahwa tidak peduli dari mana asal-usul kita, bahkan jika kita hanya seorang anak tukang daging, kita punya kekuatan untuk menentukan nasib sendiri. Ia tidak malu dengan profesinya; justru keterampilannya itulah yang akhirnya membantunya bertahan hidup dan melindungi orang-orang yang ia cintai.

Xie Zheng juga memberikan perspektif tentang arti sebuah kepemimpinan. Ia belajar bahwa membalas dendam bukanlah tujuan akhir hidup. Tanggung jawab yang lebih besar adalah melindungi kedamaian negara dan orang-orang yang bergantung padanya. 

Hubungan mereka yang awalnya hanya untuk tujuan praktis terkait hukum kepemilikan rumah warisan, perlahan berubah menjadi kemitraan sejati. Mereka saling melengkapi; Changyu memberikan kekuatan fisik dan keberanian, sementara Xie Zheng memberikan arah dan strategi.

Kisah ini mengingatkan saya bahwa cinta yang dewasa bukan tentang siapa yang paling mendominasi, melainkan tentang bagaimana dua orang bisa saling mendukung untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri. 
Mereka belajar untuk saling percaya di tengah pengkhianatan, dan tetap berpegang pada kebenaran meskipun dunia di sekitar mereka sedang runtuh.

FAQ Tentang Pursuit of Jade

Siapa saja pemeran utama dalam Pursuit of Jade? 
Serial ini dibintangi oleh Tian Xiwei sebagai Fan Changyu dan Zhang Linghe sebagai Xie Zheng.

Apakah serial ini berdasarkan kisah nyata? 
Tidak, serial ini merupakan fiksi yang diadaptasi dari novel populer berjudul Zhu Yu karya Tuanzi Laixi.

Di mana lokasi pengambilan gambar utama serial ini? 
Sebagian besar syuting dilakukan di Provinsi Zhejiang, Tiongkok, termasuk di Hangzhou, Hengdian, dan Longquan.

Apa genre utama dari film seri Pursuit of Jade? 
Genrenya adalah romansa sejarah (historical romance) yang dipadukan dengan komedi, laga, dan drama politik.

Pelajaran hidup apa yang menonjol dari kisah ini? 
Pelajaran tentang keteguhan hati, kejujuran pada diri sendiri, dan bagaimana tanggung jawab dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih bermakna.

Apakah serial ini memiliki banyak unsur komedi? 
Ya, meskipun bertema sejarah dan perang, serial ini memiliki banyak sisipan humor segar, terutama dari interaksi unik antar karakter utamanya.

Review Pursuit of Jade: Antara Pisau Jagal dan Mahkota

Kebahagiaan Sejati

Setelah menyelesaikan setiap episodenya, saya duduk terdiam sejenak dan merenung. Pursuit of Jade meninggalkan kesan yang mendalam tentang bagaimana kita memandang hidup. Kadang-kadang, kita terlalu sibuk memanjatkan doa-doa besar agar menjadi "manusia yang sukses" atau "orang yang berkuasa," sampai kita lupa untuk menjadi manusia yang baik di saat ini.

Kisah Changyu menyadarkan saya bahwa kebahagiaan sejati seringkali datang dari hal-hal yang tidak terduga seperti "memungut" keberuntungan di tengah badai kesulitan. Kita tidak perlu menjadi sempurna untuk dicintai atau dihargai. Terkadang, cukup dengan menjadi diri sendiri yang apa adanya, berani menghadapi kenyataan dengan sedikit selera humor, dan bertanggung jawab atas pilihan yang kita buat.

Hidup mungkin tidak selalu memberikan apa yang kita minta dalam doa, tapi hidup pasti memberikan apa yang kita butuhkan untuk tumbuh. Seperti Fan Changyu, mungkin kita hanya perlu terus melangkah dengan pisau jagal kita masing-masing dan siap menghadapi dunia, siap melindungi cinta, dan yang paling penting, siap untuk selalu menjadi "manusia yang baik" di setiap tarikan napas kita.

Menjadi Drama Viral

Salah satu alasan utama drama ini viral adalah chemistry yang sangat kuat antara Zhang Linghe dan Tian Xiwei. Karakter Fan Changyu juga mencuri perhatian karena ia bukan sosok perempuan lemah yang hobi menangis, melainkan pejuang tangguh yang berani angkat senjata. Hal ini membuat penonton merasa segar melihat pahlawan wanita yang mandiri dan punya prinsip kuat.

Ceritanya pun tidak membosankan karena berhasil menggabungkan banyak elemen sekaligus. Penonton bisa menikmati romansa manis, aksi seru, hingga intrik politik dalam porsi yang pas. Semua elemen ini diramu dengan seimbang sehingga alurnya mengalir lancar dan selalu membuat penasaran di setiap episodenya.

Kesuksesan ini berdampak besar bagi karier para pemainnya, terutama Zhang Linghe yang pengikutnya bertambah hingga 3 juta orang dalam waktu singkat. Bahkan, majalah yang menjadikannya model sampul ludes terjual ratusan ribu eksemplar hanya dalam hitungan menit. Ini membuktikan betapa kuatnya daya tarik dan pengaruh drama ini di mata publik.

Secara statistik, Pursuit of Jade mencetak rekor dengan menguasai hampir separuh total penonton drama online di China saat penayangannya. Pencapaian sebesar ini sangat jarang terjadi dan hanya bisa diraih oleh segelintir drama elit dalam beberapa tahun terakhir. Tak heran jika serial ini disebut sebagai tontonan wajib yang sukses secara kualitas maupun komersial.

Selain mendapat rating 8,3/10 di IMDB, drama ini juga mencetak rekor baru untuk indeks popularitas di platform Tencent China pada 2026, serta menembus angka 9.500 dalam indeks popularitas iQIYI.


Posting Komentar

No Spam, Please.