Curhatnya om-om yang menolak tua

"Ladang kebaikan selalu terbuka lebar bagi mereka yang punya "bibit" untuk ditanam". Kata-kata ini terbersit begitu saja membaca status halaman facebook 1 Juta Buku Untuk Anak-anak Indonesia yang berangkat dari Jakarta tanggal 24 Desember 2015 menuju Kabupaten Tulang Bawang Lampung untuk menyerahkan paket buku dan kegiatan lainnya pada tanggal 25-26 Desember 2015.

"Kedatangan kami tak hanya demi memenuhi koleksi baru perpustakaan, tetapi juga turut mengadakan pelatihan kreatifitas masyarakat setempat. Kegiatan dongeng dan crafting flanel bagi adik-adik, kamera lubang jarum bagi para pengajar di sekolah-sekolah, juga belajar membuat kue bagi para ibu.".

Merenungkan kegiatan mereka ini mungkin akan sulit diterima akal sehat bagi sebagian orang (khususnya buat saya), namun sepertinya bagi mereka yang melakukannya senang-senang saja sambil mengisi liburan akhir tahun yang lumayan banyak. Anak-anak muda ini begitu bersemangat memperkaya jejaring, berkarya sosial dan menimba pengalaman hidup. Katakanlah mereka adalah Generasi Y yang lahir diantara tahun 1980-an hingga 1990-an, generasi yang menurut William Strauss dan Neil Howe dalam buku "Millennials Rising: The Next Great Generation" akan menjadi generasi yang peduli akan masalah-masalah kemasyarakatan. Buku "Millennials Rising: The Next Great Generation" ini memakai tahun 1982 dan 2001 sebagai masa di mana Generasi Y mulai dan berakhir.

Kata "memperkaya jejaring" atau networking ini sengaja saya tebalkan karena itu adalah jawaban buat para generasi X dan pemujanya yang sering bertanya "Mengapa harus jauh-jauh?, disekeliling mereka banyak juga yang membutuhkan". Bagi Gen Y, netwoking adalah "modal" yang mereka butuhkan untuk "melipat jarak", memperluas perspektif dan tetap tersadar dalam dunia yang semakin terkoneksi dan serba instant. Bagi mereka: komunitas adalah keluarga, teman adalah sanak saudara. Yah bahasa bahasa saya sulit dipahami, saya juga sulit untuk mengungkapkannya :D

Gen X vs Gen Y vs Gen Z
Kondisi lingkungan baik nasional dan global banyak mempengaruhi perkembangan setiap generasi. Pemisahan antara Generasi X, Y, Z, Alpha, Net, Millenial dan seterusnya itu dapat kita pakai ataupun tidak. Namun jurang atau "gap" antar generasi ini jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan konflik akibat banyaknya perbedaan "nilai-nilai" yang dianut masing-masing generasi. Menurut hemat saya hal ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Dalam urusan manajemen, dimana generasi X semakin "terdesak" oleh kehadiran generasi Y, tentunya akan banyak konflik-konflik komunikasi yang jika tidak diakomodasi dengan baik akan berakibat tidak baik bagi semua pihak.

Saya sendiri kelahiran tahun 1975 katanya adalah generasi X, dan jelas banyak hal yang membuat saya "gegar budaya" dan "gegar nilai" saat berhubungan intens dengan generasi adik-adik hingga anak-anak saya. Konflik paling umum adalah para senior maupun atasan dari generasi X itu kurang efektif dan tidak cukup responsif menurut generasi Y. Pengalaman bertahun-tahun generasi X menjadi tidak relevan menghadapi perkembangan zaman yang begitu cepat. Generasi Y hidup dengan pola perkembangan yang lebih cepat lagi, sehingga secara natural memiliki daya antisipasi yang lebih tepat, intuisi mereka dapat memahami akan seperti apa dan kemana arah perkembangan selanjutnya sebuah fenomena yang terjadi saat ini. (Sesuatu yang kami/saya dari generasi X perlu adaptasi dengan gagap).

Dan tentu saja kami generasi X, terutama saya, selain gagap juga terseok-seok mengikuti irama kerja jiwa muda generasi Y yang sepertinya tidak pernah kehabisan energi berbuat dan beraksi. Entah manajemen diri seperti apa yang mereka terapkan pada kehidupan mereka, yang saya tahu apa yang menjadi tujuan mereka itu baik, soal bagaimana mereka melaksanakannya itu kadang di luar dugaan. Untuk mempermudah pemahaman kadang fenomena ini dibalut dengan ungkapan sok bijak "niat baik akan selalu mendapatkan jalannya sendiri". Padahal memang jalan keluarnya sudah tidak mampu kami pikirkan. Fenomena ini juga sering digemborkan sebagai "Gen X Is From Mars, Gen Y Is From Venus" sebuah term hiperbola yang ingin menggambarkan betapa besar jurang antar dua generasi ini. :D

Gen X vs Gen Y

Salut dan saya percaya, di bawah manajemen kalian, kebaikan-kebaikan akan lebih efektif dan tepat sasaran, maafkan kami para generasi X yang sering over protektif, skeptis dan sering tersinggung karena dianggap lambat mengeksekusi ide kalian. Kadang juga terkesan membiarkan dan tak perduli, padahal kami sedang mengamati dan berupaya menjadi pelampung disaat-saat terakhir jika memang dibutuhkan, sekalipun kadang itu bukan sebuah solusi juga :)

Terima kasih, kalian banyak membawa "ujian" sehingga kami dapat terus belajar dan tidak menua karena tidak dapat mengikuti zaman.

"Ladang kebaikan selalu terbuka lebar bagi mereka yang punya "bibit" untuk ditanam. Bagi yang tidak memiliki "bibit" itu, dimanapun mereka berada, ladang kebaikan seperti pintu yang terkunci".

Salam.

4 komentar

avatar

Ternyata kita sezaman om eh kakak Bisot. Saya hanya lebih tua setahun daripada kita'. Sy terkagum2 di zaman ini - dan ternyata itu generasi Y, ya - begitu banyak komunitas sosial di Makassar. Aktivitas ngeblog membawa saya berkenalan dengan banyak aktivis - adik2 (saya suka dianggap kakak oleh mereka, bukannya tante, untuk memperpendek jarak, supaya berkomunikasinya enak) yang berkecimpung dalam kegiatan2 sosial. Banyak sekali ... tak hentinya saya terkagum2. Dan ternyata memang sudah masanya, ya. Sudah pernah diramalkan.

Sip ... insya Allah melalui blog kita ini - generasi X bisa menanam benih2 yang ada sambil tetap bermedia sosial untuk lebih melipat jarak dengan adik2 itu ...

TFS, ya

avatar

:) iya kak, banyak hal yang tidak pernah kita bayangkan sekarang ini menjadi fenomena umum, perubahan-perubahan oleh generasi muda ini semoga mengarah pada kebaikan :)

Amin, TFC :)

avatar

Jalan boleh berbeda tujuan akhirnya sama.
saya dari Generasi Y. bikin jembatan biar antara jurang bisa saling mendukung

salam kenal

avatar

Salam kenal :) antara gap itu ada avatar-avatar yang menghubungkan hehehe

Klik untuk komentar