11 12 14

Kopi itu adalah:
Rindu tanpa batas dalam sebuah gelas.
Rindu tanpa akhir dalam sebuah cangkir.

Kopi akhir-akhir ini menjadi keyword dari beberapa postingan, karena kopi selalu menjadi pintu untuk masuk dalam alam kenangan dan imaji.
Mencium aromanya saja sudah membawa saya ke suasana dimana aroma itu sebelumnya pernah saya rasakan sebelumnya, tiba-tiba ingatan sudah mengantar kesadaran saya ke pinggir jalan swadaya rawabunga dimana saya tersungkur karena mabuk, tiba-tiba mengantar saya ke hadapan salah seorang nenek dipedalaman Sulawesi yang dengan sabar mengajari saya dengan Bahasa Bugis yang terbata-bata karena ingin agar saya memahami apa yang sedang ia tuturkan.

Apakah itu arti sebenarnya dari secangkir kopi? Akhirnya kembali pada kesimpulan yang sama, bahwa kenangan adalah salah satu unsur wajib dari secangkir kopi yang nikmat :)

Kenapa kenangan? Karena sebenarnya tidak ada masa lalu, kita tumbuh dalam satu masa hidup dan kejadian-kejadian yang telah terjadi akan selalu datang saat kita butuh mengingatnya, ada garis merah antara dua kejadian itu.

Emosi yang sama? Situasi yang mirip? atau Deja Vu?

Kembali soal rindu... bukankah dalamnya kasih hanya dapat diukur saat kita terpisah? Saya percaya cinta tak akan pernah sanggup mengukur kedalamannya sendiri jika belum pernah ditikam oleh duri-duri sunyinya perpisahan. Kalimat-kalimat itu pastinya akrab untuk penggemar Kahlil Gibran :)

Lalu kenapa kopi?

I think the biggest misconception about me is people really don't know who I really am. They see the party side of me, they see the crazy side of me. But I also have a laid-back side. You know, I'm chill, down to earth. If you want to grab a cup of coffee and just talk about life, I can do that.- Nicole Polizzi

kopi dan hidup
Foto dari blognya Mhimi

Klik untuk komentar