Everything... makes me wanna fly

Sebenarnya judul lengkap postingan ini: Everything that drowns me makes me wanna fly.

Iya kalimat itu ada di lirik lagu OneRepublic, tapi bukan itu yang mau saya dumelin karena saya gak tahu dan belum pernah mendengar lagunya.


Everything that drowns me makes me wanna fly, saya terjemahkan sebagai: apapun yang membuat saya tenggelam membuat saya ingin terbang, maknanya bagi saya: apapun yang mengecewakan saya, sebaliknya itulah dimana saya harus bahagia. Apa yang bisa membuat saya kecewa maka itulah yang dapat membuat saya bahagia, begitu juga sebaliknya.

Jika kita sulit mengetahui apa yang dapat membuat bahagia, kenapa tidak mengubah pertanyaannya dengan "apa yang akan membuat kita kecewa?". Kecewa dan bahagia itu satu sisi mata uang, seperti juga cinta dan benci, untuk mengetahui yang sebaliknya kita dapat mengenal melalui lawannya. (Ini teori apa sot?)

Kalimat yang menjadi judul dumelan ini memberi saya sedikit "efek wow", saya seperti mendapat pencerahan untuk memahami, setiap saya jatuh pada sebuah masalah, maka itu adalah cara awal saya untuk mengenali pemecahannya. Bagaimana mau mendapatkan solusi jika kita tidak tahu masalahnya? Masalahnya cara saya menyelesaikan masalah "sangat mungkin" berbeda dengan Anda.

Ada beberapa tipe karakter dalam berhadapan dengan masalah, ada yang membaginya dengan 3 kategori berikut variannya: Visioner, Waspada dan Terlena. Ada pula yang mengkategorikan sebagai: Kayu Rapuh, Lempeng Besi, Bola Pingpong dan Kapas. Apapun itu kembali ke karakter unik setiap orang, kita bisa mengadaptasi dan mengambil "best practice", pola umum yang berhasil menyelesaikan masalah tsb.

Kembali ke soal kontradiksi, saya percaya setiap manusia diberikan talenta dan kemampuan yang unik, jika seseorang lemah di satu sisi, ia akan kuat disisi lainnya, tidak ada orang normal yang benar-benar lemah disemua sisi. Manusia dengan segala rasa yang ia mampu miliki diciptakan untuk saling mengisi sehingga perbedaan menjadi mutlak dibutuhkan, masing-masing memiliki perannya sendiri berdasarkan keunikannya.

Tadi malem saya nonton film jadul: You've Got Mail (1998), adegan ketika Joe dan Patricia terjebak dalam lift mengantar Joe pada satu kesadaran bahwa ia tidak mencintainya. Karena dalam keadaan tertekan, sifat atau karakter asli seseorang akan keluar, begitu yang terjadi pada Patricia, ia berbicara kasar dan sikap egosentrisnya membuat Joe terhenyak, seakan tidak mengenal Patricia sama sekali.

Setelah putus dengan Patricia akhirnya Joe (Tom Hanks) meyakinkan dirinya untuk kembali bertemu dengan Kathleen (Meg Ryan), saat itulah ia menceritakan pengalaman ia terkurung dalam lift, Joe mengatakan mereka yang terjebak dalam lift mengetahui persis apa yang mereka inginkan dan apa yang akan mereka lakukan dan membahagiakannya seandainya mereka dapat selamat dan keluar dari lift, sedangkan Joe.... ia tidak tahu apa yang ia inginkan. Nih ada full script film youve got mail.

Kesulitan akan menyingkap karakter asli seseorang, kesulitan akan memisahkan seperti kejadian yang digambarkan film sebagai terjebak dalam lift namun juga kesulitan dapat mempererat solidaritas orang yang terlibat didalamnya.

Kesulitan dapat menjadi kesempatan bagi kita untuk tumbuh dan dapat pula menjadi alasan untuk kita tenggelam.

Iya saya juga paham, semua itu gak semudah saya mengetikkannya dalam dumelan ini, yang saya tahu jika saya lari dari sebuah kesulitan, itu berarti saya belum lulus dari ujiannya dan jeleknya... kesulitan yang sama akan datang kembali memaksa saya untuk menyelesaikannya.

Everything that drowns me makes me wanna fly... so lets fly

Above all the others we'll fly
This brings tears to my eyes
My sacrifice

We've seen our share of ups and downs
Oh how quickly life can turn around
In an instant
 
It feels so good to reunite
Within yourself and within your mind
Let's find peace there
("My Sacrifice" - Creed)

Klik untuk komentar