PKPL 10112014

 http://4.bp.blogspot.com/--4n9t-dJfzQ/UJ0AUlIJ6TI/AAAAAAAAAts/RGwgp5eprys/s640/kartun+pahlawan+nasional+hormat+bendera+merah+putih+-+munsypedia.jpg

Siapa musuh terbesar kita? dengan mantap saya jawab DIRI SENDIRI. Apa musuh terbesar kita? kalau ini banyak versi, setidaknya akan saya jawab: kebodohan, kemalasan, kesombongan, berbagai sifat buruk. Plus: rasa tidak percaya diri, malas belajar, takut salah dan seterusnya.

Siapa sosok pahlawan dalam hidupmu? Dengan mantap saya akan menjawan Ibu dan Bapak. Ibu sejak saya lahir saja sudah mempertaruhkan nyawanya, Bapak hingga akhir hayatnya yang saya pahami adalah bekerja demi kesejahteraan keluarga, bekal masa depan kami anaknya dan seterusnya.

Hidup saya hanyalah seputar keluarga, saudara dan lingkungannya, kalo bahas soal pahlawan, saya gak nyambung kalau diajak bicara dalam skala nasional nusantara dari Aceh Sampai Papua, lagian yang sering saya dengar juga orang berbicara nasional patokannya hanya pulau jawa, seakan-akan Indonesia hanya sebatas pulau jawa. Iya apa iya?

Seandainya ini ujian, apa arti pahlawan, saya akan mengajak yang bertanya untuk menonton film: Flags of Our Fathers (2006) film karya Clint Eastwood yang dia adaptasi dari buku karya James Bradley & Ron Powers. Kalau mau bahas film ini Eastwood membuat film dari sudut pandang tentara Jepang berjudul Letters From Iwo Jima (2006).

Selain Flags of Our Fathers, satu film lainnya berjudul Letters from Iwo Jima. Flags of Our Fathers bercerita tentang sudut pertempuran menurut pandangan Amerika serta peristiwa monumental pengibaran bendera Amerika di atas bukit Pulau Iwo Jima. Sementara itu, film Letters From Iwo Jima berbicara bagaimana pertahanan yang dibangun serdadu Jepang dibawah tangan dingin Jenderal Kuribayashi dalam mempertahankan pulau tersebut, serta sisi kehidupan yang dialami para serdadu Jepang yang bertahan di pulau tersebut.

cek http://kbbi.web.id/pahlawan menurut kamus kita, kata pahlawan adalah kata benda dengan hufuf n (noun) atau (nomina)...

pah·la·wan (n) orang yg menonjol krn keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yg gagah berani;

James Bradley:
I finally came to the conclusion that maybe he was right. Maybe there’s no such thing as heroes. Maybe there are just people like my dad. I finally came to understand why they were so uncomfortable being called heroes. Heroes are something we create, something we need. It’s a way for us to understand what is almost incomprehensible, how people could sacrifice so much for us. But for my dad and these men, the risk they took, the wounds they suffered, they did that for their buddies. They maybe have fought for their country, but they died for their friends. For the man in front, for the man beside them. And if we wish to truly honor these men, we should remember them the way they really were, the way my dad remembered them.

Itu dari film Flags of Our Fathers, intinya si Bradley bilang: Pahlawan itu gak ada, pahlawan adalah sesuatu yang kita buat karena kita membutuhkannya. Itu adalah cara kita mencoba untuk memahami kenapa ada orang yang bersedia untuk mengorbankan sebegitu banyak pengorbanan untuk kita. Bagi mereka mereka berjuang untuk teman-teman mereka, mungkin mereka berjuang untuk negaranya tapi mereka mati untuk menyelamatkan sahabatnya, sahabatnya yang di depan, belakang atau sampingnya. Dan jika kita benar-benar ingin menghormati mereka, kita seharusnya mengingat mereka sebagaimana mereka adanya, sebagaimana para veteran mengingat sahabat-sahabat mereka.

Sekali lagi itu menurut Bradley :)

Menurut saya? Setiap orang harusnya menjadi pahlawan bagi lingkaran kecil hidupnya, minimal buat dirinya sendiri, sebab apapun makna pahlawan bagi kita pada akhirnya hanya diri kita sendiri yang mampu sepenuhnya dan selalu ada untuk menyelamatkan diri kita sendiri. Kamu adalah pahlawan, setidaknya bagi dirimu sendiri dan lingkaran terkecil komunitasmu.

Saya pahlawan? saya hanya musuh bagi diri saya sendiri, saya harus berjuang melawan
kebodohan, kemalasan, kesombongan, berbagai sifat buruk dalam diri. Plus: rasa tidak percaya diri, malas belajar, takut salah dan seterusnya. Apakah saya menang atau kalah itu urusan lain, saya hanya melawan, karena tugas saya hanya satu, yah melawan dan menundukkan diri saya sendiri.

Saya ingin sekali tahu apa pandangan anak-anak kecil sekarang mengenai pahlawan yang mungkin hanya mereka kenal melalui uang, apakah mereka lebih menghargai nominal yang tercetak dilembaran uang daripada foto-foto pahlawan yang juga tercetak rapih?. Ah namanya juga anak-anak... apologis.

http://3.bp.blogspot.com/-TFOjiDq6ZbQ/TtF0AWbixWI/AAAAAAAAI0k/lAPUMPvYaSw/s400/1.JPG

Tapi saya akan tetap mengucapkan Selamat Hari Pahlawan :)

Klik untuk komentar