Dumelan sebelum lunch

Senin, 14 Juli 2008 @ 13:31 WIB

Kesalahan kita yang paling buruk adalah terlalu sibuk mengurusi kesalahan orang lain. (Kahlil Gibran)

"Para remaja itu seperti gedung pencakar langit tanpa pondasi yang kokoh. Terlihat menakjubkan tapi mudah roboh."
-Kenji Sakuragi-

Dua kata bijak ini bagai intan dibarisan E-mail kalimat2 bijak yang saya terima di inbox E-mail saya.

2 kalimat tersebut mungkin tidak ada hubungannya dan diucapkan oleh 2 tokoh berbeda masa

Kahlil Gibran adalah tokoh nyata yang terkenal dalam dunia seni dan filsafat
Kenji Sakuragi adalah tokoh fiktif dari sebuah Film/Drama Asia berjudul Dragonzakura yang saya sendiri tidak pernah menonton filmnya.

2 kalimat itu mungkin juga ada hubungannya. Mungkiin saya belum tahu kenapa hati saya ingin menyimpan 2 kalimat itu dalam perbendaharaan kalimat bijak koleksi saya.

2 kalimat itu berpulang kepada manajemen pribadi.

"Kesalahan kita yang paling buruk adalah terlalu sibuk mengurusi kesalahan orang lain"
Kalimat ini membuat saya tersenyum, yah betapa benar kalimat ini, saya sendiri mengalaminya.
Karena kita fokus sama kesalahan orang lain, secara tidak disadari, kita sedang memberi kekuatan pada kesaahan dan orang itu kekuatan untuk mempengaruhi kita. Bagaimana tidak terpengaruh? buktinya pikiran kita dipenuhi oleh ingatan kesalahan orang tersebut. Apakah hal ini buruk? saya jawab, sebagian besar ya. Karena hanya sedikit orang yang dapat mengambil manfaat positif dari kegiatan "sibuk mengurusi kesalahan org lain", mungkin utk introspeksi atw yg lainnya, namun yah itu tadi, selebihnya hampir gak ada gunanya mengurusi kesalahan org lain.

"Para remaja itu seperti gedung pencakar langit tanpa pondasi yang kokoh. Terlihat menakjubkan tapi mudah roboh."
Fenomena banyak remaja yang berhasil entah itu sebagai artis, bintang film, bla bla bla sudah bukan hal yang jarang terjadi. Ukuran yang kita gunakan untk memaknai kata "berhasil" tentu saja sekitar popularitas, kekayaan harta, penghasilan yang luar biasa dlsb. Namun dibalik kisah "keberhasilan" itu pernahkah kita memperhatikan kehidupan pribadi ybs?.
Jarang media mengisahkan kisah kejatuhan seorang celebritis muda atau orang populer, kalaupun ada, perhatikan masalah yang menyebabkan "kejatuhannya" itu. Narkoba, kekerasan fisik, skandal seks, pemerasan dlsb.
Apakah kita menggunakan term "keberhasilan" bagi para pelajar peraih emas pada olimpiade fisika?.
Term apa yang kita gunakan bagi seorang Adjid.
Ah sudahlah....

Kunci keberhasilan adalah kepribadian yang kuat.
Jika kekayaan anda katakan keberhasilan, maka saya katakan bahwa kekayaan adalah konsekuensi logis dari seorang yang memiliki kepribadian yang kuat dengan kombinasi kemampuan berwiraswasta.

Manusia dikatakan berhasil saat ia benar-benar menjadi manusia
Sekarang terserah anda mendefinisikan manusia.

dumelan kali ini semakin gak jelas nih.


Salam.

Lunch dulu yuk.

Klik untuk komentar