My beloved Family


Wah si mahenk paling bisa nawar2in neneknya, dosa lho om. Dari pada berlanjut lebih jauh, nah ini saya pantengin ajanih foto2 keluarga yang wkkkk, agak free style degh.

Putri pertama kasih nama IZZAH AZZAHRAH, awalnya waktu di USG katanya laki2, wah udah nyiapin aja tuh nama dari jauh2 hari "Hafidz Almakassari" karena lahir Makassar, eh tahu2 tanggal 4 Juni 2003 ada telepon subuh2 bawa berita dari mertua katanya sudah lahir dengan selamat dan rupanya putri Alhamdulillah, waktu itu saya sudah di Jakarta dan gak bisa kemana2 karena ikut program latihan tentara2an selama 3 bulan dikarantinain degh bareng2 45 orang cowok ajaib dibawah pengawasan 4 orang Bintara dan 1 Perwira, untung nekat bawa HP, si Ochepp mah chicken, minjem mulu sudah minjem nyela lagi wkkkkkkk.

Bingung ngasih nama, lari kehalaman asrama nyari angin segar, lihat bintang fajar di ufuk timur, upps bintang johar yang bahasa arabnya Zahrah, setahu saya menurut "dongeng" adalah jelmaan dari Fatimah R.A.
"Zahrah" nama yang cukup feminim, sekaligus mengingatkan akan keagungan Fatimah Azzahrah R.A Istri Sayidina Ali. R.A. dalam konteks lain Zahrah bisa juga berarti bunga...ya sudah semakin menguatkan niat saya untuk menggunakan nama ini. Kata2 "Izzah" selalu saja melekat dalam benak jika nama-nama ummul muslim disebut khususnya Aisyah R.A, namun bagi saya secara umum juga melekat pada nama Fatimah R.A. disebut, yah resmilah nama putri pertama saya "Izzah Azzahrah". walaupun setelah berumur 6 bulan baru bisa saya bawa ke Jakarta. Saat ini sudah berumur 3 tahun, baru masuk Playgroup di TK Islam Terpadu, suka banget sama Dora, jadi semangat petualangnya berkembang dengan luar biasa, yah saya hanya bisa mengakomodir dan menjaga aja, maklum dalam masa perkembangan.

Putra kedua saya kasih nama "Aziz Nurhafidz" lahir tangal 20 Maret 2005, bagaimana cerita kelahirannya?. Saat itu hari minggu dimana kita para pemuda dan bapak2 sedang kerja bakti dilingkungan masjid karena sedang dilakukan pengecoran pada dinding masjid. Malam sebelumnya istri saya sudah pamitan, dia bilang mau ke dokter kandungan, saat itu saya pikir hanya pemeriksaan rutin saja seperti biasa.

Kira2 pukul 10 siang, saat saya sedang berlumur adukan semen, Bidan desa yang bertugas di pustu (Puskesmas Pembantu) samping Balai Desa mendatangi saya dan mengatakan, bahwa istri saya meminta agar melahirkan pada hari itu juga dengan alternatif melakukan bedah Caesar. ya sudah saya persilahkan berangkat lebih dahulu ke RS THB (Taman Harapan Baru Bekasi) mengingat kondisi saya yang mirip tukang bangunan.

Tidak lama saya kemudia saya telah sampai dirumah sakit bersama seorang teman yang saya sengaja bawa, anak saya sudah lahir, dan sekali lagi membuktikan bahwa USG sangat mungkin untuk salah prediksi. Anak saya yang kedua ini diprediksikan perempuan, eh ternyata yang lahir laki2, yah begitudeh.

Ya Allah semoga saya mampu memimpin mereka sebagai kepala rumah tangga, dan saya yakin pertolongan MU akan selalu menyertai. Amin.

Klik untuk komentar